
Ilustrasi (Foto: pinterest)
Terasmuslim.com - Setiap tahunnya, umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan Maulid Nabi. Peringatan ini jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah dan menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Lalu, mengapa kelahiran Nabi Muhammad selalu diperingati?
Orang Islam dari berbagai belahan dunia selalu memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya yang dikenal sebagai Maulid Nabi. Peringatan ini ada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah dan menjadi momen istimewa bagi umat yang merayakannya. Lalu mengapa kelahiran Nabi Muhammad SAW selalu diperingati walaupun bukan di hari lahirnya?
Perlu diketahui bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar menganeang Rasulullah SAW. Tetapi, lebih menjadi ajang untuk meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam.
Nabi Muhammad adalah sosok yang telah membawa risalah tauhid dan ajaran moral yang menjadi pedoman untuk umat muslim sampai saat ini. Tradisi ini diyakini pertama kali dilakukan oleh Dinasti Fatimiyah abad ke-10 di Mesir, kemudian menyebar ke berbagai negara Islam, termasuk Indonesia. Dengan berbagai cara mereka memperingatinya. Seperti dengan pengajian, pembacaan shalawat dan acara sosial dan keagamaan.
Meski banyak yang merayakan, ada pula sebagian kelompok yang tidak memperingati Maulid Nabi dengan alasan bahwa Rasulullah dan para sahabat tidak pernah melakukannya. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa perayaan ini adalah bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah dan sebagai sarana dakwah Islam.
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad merupakan wujud kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah. Dengan memperingati Maulid Nabi, umat Islam diharapkan dapat terus meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, meskipun perayaannya berbeda di setiap daerah, esensi dari peringatan ini tetap sama, yaitu mengenang dan mengikuti jejak kehidupan Nabi Muhammad sebagai panutan terbaik bagi umat manusia.