
Ilustrasi hijrah (Foto:kronologi)
Terasmuslim.com - Merupakan prestasi dan kebanggaan apabila seseorang ditunjuk sebagai duta bangsanya. Seperti para atlit yang dikirim bertanding. Berbagai prestasi mereka mengharumkan nama bangsa. Berikut ini dikisahkan seorang hamba salih yang dipilih Allah Subhanahu wa ta`ala sebagai nabi dan utusan-Nya untuk berdakwah.
Musa `alaihissalam tinggal bersama keluarganya di negeri Madyan. Adapun pekerjaan beliau `alaihissalam sebagai penggembala kambing selama tinggal di negeri tempat isterinya berasal.
Kita dapati dalam nukilan hadis Rasulullah dari Abu Hurairah, “Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing...” (HR. Bukhari, no. 2262).
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fath Al-Bari, menyebutkan beberapa hikmah para nabi pernah menjadi pengembala kambing, diantaranya agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nantinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia saat menjadi seorang nabi.
Berikutnya akan terlatih untuk sabar dalam menyantuni dan mengayomi. Sehingga dapat mengatur orang yang punya tabiat yang berbeda. Selain itu, untuk mengajarkan bahwa seorang juru dakwah itu baiknya tidak bergantung pada orang lain sehingga tidak terbebani saat menyampaikan kebenaran.
Melanjutkan kisah, Allah ﷻ menumbuhkan keinginan Musa `alaihissalam untuk kembali ke Mesir. Beliau `alaihissalam berpikir bahwa Fir`aun dan orang-orang Qibthi telah melupakan peristiwa 10 tahun yang lalu.
Musa `alaihissalam pun berangkat bersama keluarganya menuju Mesir setelah menunaikan kewajibannya. Dalam perjalanan itu, beliau `alaihissalam melihat nyala api di lereng gunung. Musa `alaihissalam meminta isterinya menunggu, lalu beliau `alaihissalam bergegas menuju sumber cahaya itu. Musa `alaihissalam ingin mendapatkannya sebagai obor yang akan menghangatkan tubuh dan menerangi perjalanan mereka. Diperoleh keterangan dalam Tafsir Ath-Thabari, bahwa saat itu musim dingin.
Sesampainya di puncak, Musa `alaihissalam mendengar suara wahyu Allah ﷻ sebagaiamana dijelaskan dalam surah (ke-7) Al-A’raf ayat 144),
“Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku…”
Dijelaskan dalam Tafsir Al-Jalalain, bahwa pada saat inilah Allah ﷻ berbicara kepada nabi Musa `alaihissalam secara langsung.
Di lembah yang suci, Thuwa tersebut juga, Allah ﷻ berfirman secara langsung kepada nabi Musa `alaihissalam untuk melaksanakan salat, sebaimana terdapat dalam surah (ke-20) Taha ayat 14. Beliau `alaihissalam juga diberi mukjizat berupa tongkat yang dapat berubah menjadi seekor ular, dan telapak tangan yang dapat bersinar.
Demikianlah mukjizat yang dikaruniakan oleh Allah ﷻ kepada nabi Musa `alaihissalam pada saat itu. Nabi sekaligus rasul yang berasal dari bani Israil ini juga memiliki keitimewaan berupa fisik yang kuat, dan satu-satunya hamba Allah ﷻ yang diajak berbicara dengan Allah ﷻ secara langsung. Sehingga beliau `alaihissalam dijuluki dengan kalimullah.
Kemudian Allah ﷻ memerintahkan nabi Musa `alaihissalam untuk mendakwahi Fir`aun. Karena sesungguhnya ia telah melampaui batas.
Demikianlah Allah ﷻ senantiasa menjaga dan mempersiapkan nabi Musa `alaihissalam agar sanggup mengemban risalah-Nya.
Semoga sekelumit kisah ini dapat menjadi penguat keimanan. (Kontributor :Dicky Dewata)
TAGS : Muslim Islam Nabi Musa AS Duta Nabiyullah