• KEISLAMAN

Bahaya Satu Komentar Buruk Bisa Menjadi Dosa Jariyah

Yahya Sukamdani | Senin, 05/10/2026
Bahaya Satu Komentar Buruk Bisa Menjadi Dosa Jariyah Ilustrasi foto percakapan di sosial media

Terasmuslim.com - Aktivitas mengetik komentar di media sosial kerap dianggap sepele oleh sebagian besar penggunanya sehari-hari.

Padahal, satu tulisan buruk yang diunggah ke ruang publik dapat menyebar luas dan terus dibaca oleh banyak orang.

Islam mengingatkan bahwa setiap perkataan dan tulisan manusia tidak pernah lepas dari catatan malaikat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Qaf ayat 18, "Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap."

Komentar berupa fitnah, cemoohan, atau provokasi di linimasa dapat dikategorikan sebagai dosa yang terus mengalir atau dosa jariah.

Ketika ketikan kita menginspirasi orang lain untuk ikut mencela, maka kita akan menanggung bagian dari dosa mereka.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang memberi contoh keburukan dalam Islam, maka ia mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya" (HR. Muslim).

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan jempolnya di media sosial sedang merusak tabungan amal kebaikannya.

Al-Qur`an secara tegas melarang tindakan saling menghina dan mencela sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 11, "Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka."

Menjaga lisan dan jempol di dunia digital merupakan bentuk nyata dari kesempurnaan iman seorang mukmin.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebelum menuliskan tanggapan di ruang publik, hendaknya kita mempertimbangkan dampak spiritual dari setiap kata tersebut.

Menahan diri dari memberikan komentar pedas adalah benteng diri agar terhindar dari siksa di akhirat kelak.

Menggunakan media sosial untuk menyebarkan tutur kata yang santun dan menyejukkan hati jauh lebih bernilai di hadapan Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga jempol dan lisan kita dari perbuatan cela yang dapat mendatangkan dosa jariah.