Ilustrasi foto idola di sosmed
Terasmuslim.com - Melihat kebahagiaan orang lain di media sosial sering kali menghadirkan rasa hangat dan kedamaian tersendiri di dalam dada.
Perasaan gembira saat menyaksikan kebaikan saudara Muslim merupakan tanda kejernihan hati yang diridhai oleh Allah SWT.
Islam mengajarkan setiap umatnya untuk senantiasa saling mencintai dan mengasihi sesama mukmin seperti mencintai diri sendiri.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika kita merasa bahagia atas kenikmatan yang diperoleh orang lain, kita telah terhindar dari penyakit hati yang berbahaya seperti dengki.
Sifat dengki atau hasad merupakan penyakit rohani yang dapat memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.
Allah SWT mengingatkan pentingnya mendoakan kebaikan bagi sesama dalam Surah Al-Hasyr ayat 10 yang berbunyi, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu sebelum kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman."
Menyaksikan keberhasilan orang lain di linimasa media sosial menjadi sarana latihan untuk memperkuat rasa empati dan silaturahmi digital.
Dorongan psikologis dan spiritual untuk senantiasa bersikap positif membuat seseorang mampu merayakan kebahagiaan orang lain tanpa merasa berkurang rezekinya.
Al-Qur`an menegaskan bahwa setiap nikmat telah ditakar dengan adil sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Az-Zukhruf ayat 32, "Kami telah menentukan mata pencaharian mereka dalam kehidupan dunia."
Kesadaran akan takdir Allah SWT inilah yang membuat seorang mukmin merasa tenang dan tidak cemburu melihat pencapaian orang lain.
Setiap unggahan kebaikan di media sosial seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengucapkan doa berkah seperti Barakallahu fiik.
Mendoakan kebaikan untuk saudara secara diam-diam saat melihat gawai akan diamini oleh malaikat yang ada di dekat kita.
Dengan menjaga niat dan kebersihan hati, aktivitas berselancar di media sosial dapat bertransformasi menjadi ladang pahala yang melimpah.
Semoga Allah SWT senantiasa membersihkan hati kita dari rasa iri dan menggantinya dengan kebahagiaan yang tulus atas nikmat sesama.