• KEISLAMAN

Fenomena Perzinaan Terang-terangan di Jalanan

Yahya Sukamdani | Kamis, 01/10/2026
Fenomena Perzinaan Terang-terangan di Jalanan Ilustrasi - Krisis Moral Dibungkus Cinta dan Kebebasan (Foto: Pexels/Nino Souza)

Terasmuslim.com - Pergeseran nilai moral di tengah masyarakat modern kini telah mengikis rasa malu yang dahulu dipegang teguh para pendahulu.

Perilaku pergaulan bebas dan perzinaan kini semakin berani dilakukan secara terbuka di ruang-ruang publik.

Dahulu masyarakat sangat menjaga adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan serta memberlakukan sanksi sosial yang tegas.

Fenomena maraknya maksiat secara terang-terangan di jalanan sebenarnya telah diprediksikan oleh Rasulullah SAW sebagai tanda kiamat.

Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang melakukan persetubuhan di jalanan layaknya keledai (HR. Ibnu Hibban).

Hadis tersebut menjadi peringatan keras bagi umat Islam akan bahaya hilangnya rasa malu di akhir zaman.

Rasa malu merupakan bagian penting dari keimanan yang berfungsi sebagai benteng utama penyanggah moral seorang muslim.

Apabila rasa malu telah sirna, manusia akan dengan mudah mencampakkan batasan-batasan hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.

Allah SWT secara tegas melarang segala bentuk perbuatan mendekati zina dalam Surah Al-Isra` ayat 32.

Ayat tersebut menegaskan bahwa zina adalah suatu perbuatan keji dan merupakan suatu jalan yang sangat buruk.

Kemungkaran yang dibiarkan marak di jalanan tanpa adanya kepedulian masyarakat dapat mengundang datangnya marabahaya serta bencana.

Islam mewajibkan setiap individu dan pemangku kebijakan untuk saling mengingatkan serta mencegah perbuatan amar ma`ruf nahi munkar.

Pendidikan akidah dan adab di lingkungan keluarga menjadi fondasi utama untuk menyelamatkan generasi muda dari arus pergaulan bebas.

Masyarakat hendaknya kembali menghidupkan norma-norma keislaman dan kepedulian sosial guna membentengi lingkungan dari perbuatan maksiat.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga negeri kita dan melindungi generasi mendatang dari fitnah akhir zaman yang menyesatkan.