Ilustrasi foto sedang menguping pembicaraan orang lain
Terasmuslim.com - Sikap gemar mencari kesalahan orang lain merupakan penyakit hati yang kian marak di era digital.
Banyak orang begitu jeli melihat setitik noda pada saudara seiman, namun buta terhadap keburukan sendiri.
Rasulullah SAW telah mengingatkan fenomena ini dalam sebuah hadis shahih: "Salah seorang dari kalian melihat kotoran kecil di mata saudaranya, tetapi lupa pada kayu besar di matanya sendiri" (HR. Bukhari).
Islam mengajarkan bahwa setiap muslim seharusnya lebih fokus memperbaiki kualitas iman dan akhlak pribadi sebelum menilai sesama.
Perilaku merasa paling benar dan suka menghakimi dapat menjerumuskan seseorang ke dalam sifat sombong yang dimurkai Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka."
Fenomena lupa koreksi diri ini juga mencerminkan hilangnya rasa tawadhu atau kerendahan hati dalam bermasyarakat.
Keinginan meluruskan orang lain harus didasari niat tulus karena Allah, bukan demi memuaskan ego atau merasa lebih suci.
Al-Qur`an secara tegas menegur mereka yang pandai menasihati namun alpa melaksanakannya pada diri sendiri.
Teguran tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 44: "Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab? Tidakkah kamu mengerti?"
Proses muhasabah atau introspeksi diri secara rutin adalah kunci utama agar terhindar dari sifat gemar menilai buruk orang lain.
Para ulama terdahulu senantiasa sibuk mengevaluasi dosa sendiri sehingga tidak memiliki waktu untuk mengurusi aib orang lain.
Menjaga lisan dan jemari dari komentar yang merendahkan adalah wujud nyata dari kematangan spiritual seorang muslim.
Dengan mengedepankan cermin diri, kehidupan bermasyarakat dan beragama akan terasa lebih sejuk, damai, serta penuh kasih sayang.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing hati kita agar selalu rendah hati dan rajin membenahi kelemahan diri sendiri.