Ilustrasi foto pamer harta di sosial media
Terasmuslim.com - Wanita dan perhiasan merupakan dua hal yang sangat erat kaitannya serta menjadi fitrah keindahan yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
Islam sebagai agama yang menyukai keindahan tidak pernah melarang wanita untuk bersolek maupun mengoleksi berbagai perhiasan perak dan emas.
Allah SWT menegaskan kecenderungan manusia terhadap keindahan perhiasan duniawi dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 14.
Allah SWT berfirman: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak..." (QS. Ali `Imran: 14).
Kendati diperbolehkan, Islam memberikan batasan syariat agar hobi mengoleksi perhiasan tidak melampaui batas dan menimbulkan sifat sombong.
Wanita Muslimah dilarang keras mempertontonkan perhiasan secara berlebihan (tabarruj) kepada orang yang bukan mahramnya demi menjaga kehormatan diri.
Larangan bersolek berlebihan ini ditegaskan secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 31.
Allah SWT berfirman: "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..." (QS. An-Nur: 31).
Selain menjaga batasan tabarruj, setiap koleksi perhiasan emas dan perak yang telah mencapai nisab wajib dikeluarkan zakatnya.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras bagi pemilik emas dan perak yang enggan menunaikan zakat atas perhiasan simpanannya.
Beliau bersabda: "Tidak ada pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya (zakatnya), melainkan pada hari kiamat dilempengkan baginya lempengan dari api neraka..." (HR. Muslim).
Perhiasan terbaik bagi seorang wanita Muslimah sejatinya bukanlah kilauan emas, melainkan keluhuran akhlak dan kesalehan pribadinya.
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang perhiasan dunia yang paling berharga melalui sebuah hadis yang sangat indah.
Beliau bersabda: "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR. Muslim).
Oleh karena itu, hendaknya kaum wanita bijak dalam mengoleksi perhiasan dengan tetap memprioritaskan perhiasan iman dan amal saleh.