Ilustrasi suami istri shalat sunnah di rumah berjamaah
Terasmuslim.com - Mempertahankan dan memperbaiki hubungan rumah tangga merupakan perjuangan mulia yang membutuhkan niat tulus serta kesabaran ekstra.
Setiap pasangan suami istri pasti pernah menghadapi ombak ujian dan perselisihan dalam mengarungi bahtera pernikahan.
Langkah awal untuk memperbaiki kedamaian keluarga adalah dengan mengembalikan segala persoalan kepada tuntunan Al-Qur`an dan Sunnah.
Allah SWT menegaskan tujuan utama dari sebuah ikatan pernikahan dalam firman-Nya pada Surah Ar-Rum ayat 21: “Agar kamu merasa tenteram kepadaya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Kunci keharmonisan yang sangat mendasar adalah saling memperlakukan pasangan dengan tutur kata yang santun dan perbuatan yang baik.
Perintah memperlakukan istri secara patut diabadikan secara jelas dalam Surah An-Nisa ayat 19: “Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”
Seorang suami dituntut untuk senantiasa mengedepankan sifat pemaaf serta lapang dada saat melihat kekurangan pada diri istrinya.
Sikap bijaksana ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah; jika ia tidak menyukai satu perangainya, ia tentu menyukai perangai yang lain.”
Saling berkomunikasi secara terbuka dan musyawarah menjadi jembatan utama untuk menyelesaikan setiap perdebatan rumah tangga.
Ketika konflik semakin memuncak, Islam memberikan solusi mediasi melalui utusan yang adil dari kedua belah pihak keluarga.
Petunjuk mediasi ini tertuang dalam Surah An-Nisa ayat 35: “Maka utuslah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.”
Saling memaafkan dan tidak menumbuhkan rasa dendam akan membukakan pintu rahmat serta keberkahan dari Sang Creator.
Di samping itu, melanggengkan shalat berjamaah dan tilawatil Qur`an di rumah akan mengusir gangguan setan pemecah belah rumah tangga.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menghidupkan rumah dengan ibadah dalam hadis riwayat Muslim: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.”
Usaha yang gigih dalam memperbaiki hubungan harus senantiasa disempurnakan dengan doa memohon keutuhan dan kebahagiaan keluarga.