Ilustrasi pasangan suami istri
Terasmuslim.com - Isu patriarki sering kali memicu perdebatan hangat ketika disandingkan dengan tatanan hukum serta norma kehidupan bermasyarakat dalam Islam.
Islam tidak menganut sistem patriarki otoriter yang menindas wanita, melainkan menetapkan konsep kepemimpinan (qawwamah) yang berbasis tanggung jawab moral dan finansial.
Allah SWT secara tegas menjelaskan peran kepemimpinan pria dalam keluarga melalui firman-Nya dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa` ayat 34.
Konsep qawwamah menjadikan laki-laki sebagai pelindung dan penanggung jawab utama, bukan sebagai penguasa yang berbuat semena-mena terhadap perempuan.
Kedudukan laki-laki dan perempuan di hadapan Allah SWT adalah setara dalam hal kewajiban ibadah serta perolehan pahala atas amal shalih.
Kesetaraan derajat kemuliaan ini ditegaskan secara rinci oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah An-Nahl ayat 97.
Rasulullah SAW memberikan teladan nyata bagaimana seorang pemimpin rumah tangga harus bersikap lembut dan menghormati hak-hak kaum wanita.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istrinya.
Islam memberikan hak-hak penuh kepada perempuan, mulai dari hak kepemilikan harta, pendidikan, memilih pasangan, hingga hak menyampaikan pendapat.
Kepemimpinan laki-laki dalam Islam disertai kewajiban berat untuk memberi nafkah lahir dan batin serta melindungi keluarga dari bahaya dunia akhirat.
Rasulullah SAW mengingatkan tanggung jawab ini dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.
Praktek budaya patriarki yang merugikan atau merendahkan harkat perempuan sejatinya lahir dari tradisi lokal dan ketidakpahaman terhadap ajaran syariat.
Syariat Islam justru hadir untuk mengikis bias gender patriarki kuno yang pada masa jahiliyah sangat merenggut hak-hak dasar wanita.
Sinergi yang harmonis antara peran laki-laki dan perempuan merupakan kunci utama dalam membangun fondasi peradaban Islam yang kokoh.
Dengan memahami ajaran Islam secara utuh, umat akan melihat keadilan hukum Allah yang menempatkan peran setiap insan sesuai porsinya.