Ilustrasi orang sedang melakukan amalan sunnah setelah sholat Dhuha (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Luruskan niat dalam beribadah agar tidak terjebak keinginan duniawi.
Fenomena menjadikan keberkahan materi sebagai alasan utama beribadah kini makin sering ditemui.
Banyak umat Islam rajin menunaikan amalan sunnah hanya demi kelancaran rezeki materi semata.
Kondisi tersebut berisiko menggeser posisi ikhlas yang seharusnya menjadi fondasi utama setiap amalan.
Al-Qur`an mengingatkan manusia untuk tidak membatasi permohonan mereka hanya pada keuntungan kehidupan duniaWI semata.
Surah An-Nisa ayat 134 menegaskan bahwa pahala dunia dan akhirat sepenuhnya berada dalam genggaman Allah.
Ibadah yang dikerjakan dengan tulus demi mengharap ridha Allah akan menghasilkan keberkahan yang sejati.
Keuntungan duniawi hanyalah dampak sampingan yang akan mengikuti ketakwaan seorang hamba secara alami.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap amalan manusia sangat bergantung pada niat awal di dalam hati.
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa barang siapa berniat karena Allah, maka ia mendapatkan ridha-Nya.
Sebaliknya, niat yang terfokus pada urusan duniawi hanya akan menghasilkan bagian duniawi tanpa nilai akhirat.
Keberkahan hidup dan kelapangan rezeki sudah dijamin bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.
Niat yang lurus membentengi diri dari sifat riya dan kepalsuan dalam beribadah sehari-hari.
Umat Islam diajak untuk menata kembali prioritas hati sebelum melangkah mengerjakan amalan ketaatan.
Menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama akan mendatangkan ketenangan jiwa dan kelimpahan rezeki.