• KEISLAMAN

5 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyesalan di Alam Kubur

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 21/07/2026
5 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Penyesalan di Alam Kubur Ilustrasi - menyesal (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat merupakan tempat kembali yang kekal bagi setiap manusia.

Dalam ajaran Islam, seseorang yang telah meninggal akan memasuki alam barzakh atau alam kubur sebagai fase penantian sebelum Hari Kiamat.

Di tempat inilah setiap manusia mulai merasakan balasan sesuai dengan amal yang dikerjakannya selama hidup.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi berbagai kebiasaan buruk yang dapat menjadi sebab datangnya penyesalan setelah kematian.

Meski Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk bertaubat, memperbanyak amal saleh, serta meninggalkan perbuatan dosa sebelum ajal menjemput.

Berikut lima kebiasaan yang dapat menjadi penyesalan di alam kubur berdasarkan Al-Qur`an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama.

1. Meremehkan Salat Lima Waktu

Salat merupakan kewajiban utama yang akan pertama kali dihisab pada Hari Kiamat. Kebiasaan menunda, meninggalkan, atau meremehkan salat menjadi salah satu bentuk kelalaian yang dapat membawa penyesalan besar setelah kematian.

Allah SWT berfirman:

"Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 59)

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga salat bukan hanya menjadi bukti keimanan, tetapi juga menjadi bekal utama menghadapi kehidupan di alam barzakh.

2. Gemar Bergunjing dan Menyebarkan Fitnah

Lisan yang tidak dijaga dapat menjadi sumber dosa besar. Kebiasaan bergunjing (ghibah), mengadu domba (namimah), maupun menyebarkan fitnah sering dianggap sepele, padahal Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap perbuatan tersebut.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW melewati dua kuburan dan bersabda bahwa keduanya sedang diazab.

Salah satu penghuni kubur di antaranya diazab karena suka mengadu domba di antara manusia.

Hadis ini menjadi pengingat agar setiap Muslim berhati-hati dalam menjaga ucapan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

3. Tidak Menjaga Kesucian Setelah Buang Air

Masih dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa penghuni kubur lainnya diazab karena tidak menjaga kebersihan dari air kencing.

Hal ini menunjukkan pentingnya bersuci dengan benar setelah buang air kecil maupun besar. Menjaga kebersihan merupakan syarat sah ibadah, terutama salat, sehingga tidak boleh dianggap remeh.

4. Menunda Taubat dan Terus Bermaksiat

Banyak orang menunda taubat dengan alasan masih muda atau merasa memiliki waktu yang panjang untuk memperbaiki diri. Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang.

Allah SWT berfirman:

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)

Taubat yang tulus sebelum datangnya kematian menjadi salah satu jalan memperoleh ampunan Allah SWT.

Sebaliknya, kebiasaan menunda taubat berpotensi menjadi penyesalan apabila seseorang meninggal sebelum sempat memperbaiki diri.

5. Lalai Bersedekah dan Beramal Saleh

Harta yang dimiliki di dunia tidak akan dibawa ke alam kubur. Yang menemani seseorang hanyalah amal perbuatannya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa amal saleh, terutama sedekah jariyah, dapat terus mengalir pahalanya meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Sebaliknya, kebiasaan enggan berbagi dan terlalu mencintai harta dapat menjadi penyesalan ketika berada di alam barzakh.