Ilustrasi foto mengatur keuangan keluarga
Mengelola keuangan rumah tangga dalam Islam bukan sekadar tentang mencatat pemasukan dan pengeluaran, melainkan bentuk ibadah yang pertanggungjawabannya langsung kepada Allah SWT.
Terasmuslim.com - Setiap Muslim wajib memastikan bahwa seluruh harta yang masuk ke dalam rumah tangga bersumber dari mata pencaharian yang halal dan berkah.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal lagi baik.
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi..." (QS. Al-Baqarah: 168).
Setelah memastikan kehalalan sumbernya, skala prioritas dalam pengeluaran harus disusun dengan mendahulukan kebutuhan pokok (daruriyat) di atas keinginan sekadar hobi.
Islam sangat melarang sikap boros dan berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta, karena perbuatan tersebut mendekatkan seseorang pada perilaku setan.
Larangan tegas ini termaktub dalam Surat Al-Isra ayat 27 yang menyatakan bahwa orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.
Dalam praktiknya, seorang suami sebagai kepala keluarga memiliki kewajiban utama untuk memberikan nafkah yang layak kepada istri dan anak-anaknya.
Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadis bahwa nafkah yang diberikan kepada keluarga memiliki nilai pahala yang paling besar di sisi Allah SWT.
"Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah... dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).
Di sisi lain, pengelolaan keuangan yang bijak juga menuntut pasangan suami istri untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung demi masa depan.
Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai pentingnya menyimpan kelebihan harta agar tidak menyusahkan ahli waris di kemudian hari.
Prinsip keadilan dan keterbukaan antara suami dan istri menjadi kunci utama agar tidak terjadi konflik finansial di dalam rumah tangga.
Selain itu, keberkahan harta rumah tangga akan semakin bertambah jika keluarga konsisten dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Sebab, Islam mengajarkan bahwa di dalam setiap harta yang kita miliki, selalu ada hak orang lain yang membutuhkan yang titipkan melalui kita.
Dengan menerapkan manajemen keuangan berbasis syariah ini, rumah tangga tidak hanya akan mencapai stabilitas finansial melainkan juga ketenangan jiwa yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.