• SOSOK

Ummu Salamah, Figur Hikmah dan Keteguhan Sebagai Istri Nabi SAW

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 08/12/2025
Ummu Salamah, Figur Hikmah dan Keteguhan Sebagai Istri Nabi SAW Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Terasmuslim.com - Figur istri Rasulullah SAW selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Islam. Di antara mereka, Ummu Salamah r.a. atau Hindun binti Abi Umayyah dikenal luas sebagai sosok berilmu, cerdas, dan kokoh dalam menghadapi ujian hidup.

Kiprahnya tercatat dalam berbagai momen penting perjuangan Nabi dan umat Islam, termasuk hijrah ke Habasyah dan Madinah.

Lahir dari keluarga terpandang Quraisy, Ummu Salamah memulai fase perjuangannya pada masa awal dakwah Islam. Bersama suaminya, Abu Salamah, ia termasuk rombongan pertama yang berhijrah ke Habasyah ketika tekanan kaum Quraisy semakin keras.

Dalam catatan sejarah, Ummu Salamah mengalami pemisahan paksa dari suami dan anaknya ketika hendak berhijrah ke Madinah, namun ia tetap teguh mempertahankan keimanan hingga akhirnya dapat berkumpul kembali.

Sepeninggal Abu Salamah yang gugur dalam medan jihad, Ummu Salamah menjalani masa berat sebagai janda sahabat mulia. Namun ketabahan itu justru mengantarkannya mendapat kehormatan besar: menikah dengan Rasulullah SAW. Sejarah mencatat, beliau termasuk istri yang memiliki peran strategis dalam musyawarah dan nasihat kenabian.

Salah satu peristiwa yang meneguhkan sosoknya adalah ketika Hudaibiyah. Saat sebagian sahabat gelisah terhadap hasil perjanjian, Ummu Salamah memberi masukan kepada Nabi agar beliau mulai bertahallul tanpa berkata sepatah pun — langkah itu diikuti para sahabat dan meredakan suasana. Peristiwa ini kerap menjadi rujukan keteladanan perempuan dalam leadership dan kebijaksanaan.

Ummu Salamah dikenal sebagai periwayat hadis terpercaya. Ia meriwayatkan sekitar 300 hadis yang menjadi rujukan utama dalam fikih, akhlak, dan hukum keluarga. Beberapa hadisnya tercatat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, menjadikannya bagian dari mata rantai keilmuan Islam yang sahih.

Selain peran intelektual, Ummu Salamah merupakan pelopor keteguhan moral. Saat menghadapi fitnah besar yang menimpa Aisyah r.a., ia memberikan nasihat kesabaran dan menjaga atmosfir keluarga Rasulullah tetap harmonis. Keberanian yang sama pula ia tunjukkan ketika peristiwa politik akhir hayat Nabi, di mana ia menyerukan persatuan dan mengingatkan umat terhadap potensi perpecahan.

Ummu Salamah wafat pada usia senja di Madinah, meninggalkan warisan keilmuan dan keteladanan moral bagi umat Islam. Hingga kini namanya dikenang sebagai teladan muslimah dalam kecerdasan, konsistensi, kesabaran, serta kebijaksanaan rumah tangga. Sosoknya mengukuhkan bahwa perempuan dalam Islam memegang peran besar dalam sejarah umat dan pembangunan peradaban.