Ilustrasi - surga (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Pertanyaan tentang kehidupan setelah mati selalu menjadi topik yang menarik dalam kajian keagamaan.
Salah satu yang sering muncul adalah: apakah penghuni surga dapat melihat neraka dan para penghuninya? Dalam ajaran Islam, pembahasan ini dijelaskan melalui berbagai ayat Al-Qur`an dan hadis yang menggambarkan bagaimana Allah memperlihatkan kondisi penghuni surga dan neraka sebagai bagian dari keadilan dan kebesaran-Nya.
Al-Qur`an menggambarkan bahwa di akhirat kelak, Allah SWT akan memperlihatkan perbedaan yang sangat jelas antara surga dan neraka. Dalam Surah As-Shaffat ayat 55–57, diceritakan bahwa penghuni surga dapat melihat orang yang dahulu ingkar di dunia:
فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ
“Lalu ia melihat (temannya) itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.” (QS. As-Shaffat: 55)
Ayat ini menunjukkan bahwa dengan izin Allah, penghuni surga memang bisa melihat penghuni neraka, sebagai bentuk peringatan dan rasa syukur atas rahmat yang telah diberikan kepada mereka.
Para ulama menafsirkan bahwa diperlihatkannya neraka kepada penghuni surga bukanlah untuk menimbulkan kesedihan, tetapi untuk meningkatkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka. Melihat bagaimana mereka diselamatkan dari azab menjadi bentuk kenikmatan spiritual yang mendalam.
Selain itu, pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa nikmat surga adalah hasil dari keimanan dan amal saleh yang dijaga selama hidup di dunia.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa di hari kiamat, Allah akan memperlihatkan neraka kepada manusia sebagai bentuk peringatan dan pembeda antara orang beriman dan orang kafir. Rasulullah SAW bersabda:
يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ، فَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، فَيَشْرِفُونَ وَيَنْظُرُونَ، فَيُقَالُ: يَا أَهْلَ النَّارِ، فَيَشْرِفُونَ وَيَنْظُرُونَ، ثُمَّ يُذْبَحُ بَيْنَهُمَا
“Didatangkan kematian dalam bentuk seekor domba, lalu disembelih di antara surga dan neraka. Maka penghuni surga dan neraka pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pada saat tertentu, penghuni surga dan neraka sama-sama dapat saling melihat, sebagai tanda berakhirnya ujian dan awal kehidupan abadi di tempat masing-masing.
Melihat neraka membuat penghuni surga semakin bersyukur karena Allah telah menyelamatkan mereka dari azab yang pedih. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi manusia di dunia agar tidak lalai dalam beribadah dan selalu memohon perlindungan dari siksa neraka.
Dalam Surah Al-Imran ayat 191, Allah SWT menggambarkan sifat orang beriman:
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Berdasarkan penjelasan dari Al-Qur’an dan hadis, dapat dipahami bahwa penghuni surga memang dapat melihat neraka dengan izin Allah SWT.
Namun, hal itu bukan untuk menimbulkan kesedihan, melainkan untuk menegaskan keadilan dan kekuasaan Allah, serta menumbuhkan rasa syukur yang mendalam di hati mereka.
Bagi umat Islam di dunia, renungan ini menjadi pengingat agar selalu memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan berdoa agar termasuk golongan yang kelak diselamatkan dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.