• KISAH

Nabi Daniel, Nabi Bani Israel yang Dimakamkan Umat Nabi Muhammad

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 10/07/2025
Nabi Daniel, Nabi Bani Israel yang Dimakamkan Umat Nabi Muhammad Nabi Daniel `alaihissalam tidak termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui (Foto: Ilustrasi)

Terasmusli.com - Nabi Daniel ‘alaihissalam merupakan salah satu utusan Allah yang diyakini hidup di masa kekuasaan Raja Babilonia Baru, Nebukadnezar II atau Bakhytanashar dalam literatur Arab. Dalam catatan Imam Abu ‘Ubaid al-Bakri, disebutkan bahwa masa hidup Nabi Daniel berada di antara Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim, meskipun kronologi ini tidak sepenuhnya sejalan dengan catatan sejarah umum. Ada juga yang menyebut masa hidupnya setelah masa Nabi Dawud dan Sulaiman.

Namun, kesaksian tersebut diperkuat oleh penemuan jasad Nabi Daniel di kota Shush (sekarang wilayah Iran), sebuah kota penting dalam kekuasaan Persia. Dikutip dari berbagai sumber, penemuan itu menjadi dasar validasi riwayat Persia yang menyebutkan keberadaan Nabi Daniel di kawasan tersebut.

Saat pasukan Islam di bawah komando Abu Musa al-Asy`ari menaklukkan kota Shush dan Tustar, mereka menemukan jasad utuh Nabi Daniel dalam sebuah lubang atau peti, di sampingnya terdapat harta benda dan mushaf. Abu Musa langsung menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk melaporkan penemuan tersebut.

Mendapat laporan itu, Umar bin Khattab memberikan instruksi yang sangat jelas agar jasad Nabi Daniel dikafani, dibalsami, dishalatkan, dan dimakamkan sebagaimana mestinya pemakaman para nabi. Ia juga memerintahkan agar semua harta peninggalan Nabi Daniel dimasukkan ke dalam Baitul Mal umat Islam sebagai amanah umat.

Menariknya, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Umar memerintahkan agar makam Nabi Daniel disembunyikan dan hanya diketahui oleh segelintir orang saja demi mencegah pengultusan. Umar memahami bahwa keberadaan jasad nabi yang masih utuh bisa menimbulkan fitnah atau penyimpangan akidah di kemudian hari.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, pPerbedaan tempat penemuan jasad dalam berbagai riwayat—antara Tustar dan Shush—tidak perlu dibenturkan, sebab keduanya merupakan wilayah yang sangat berdekatan. Bahkan, dalam riwayat sahabat Mutharrif bin Malik disebutkan bahwa mereka menaklukkan Tustar dan menemukan jasad Nabi Daniel di Shush dalam satu rangkaian peristiwa.

Riwayat mengenai jasad itu pun beragam: ada yang menyebut berada di dalam lubang, tabut, atau di atas ranjang. Jika dikompilasi, besar kemungkinan jasad Nabi Daniel berada dalam sebuah ruang khusus yang dilengkapi ranjang dan peti, sebagai bentuk penghormatan masyarakat masa itu terhadapnya.

Dikutip dari berbagai sumber, kisah paling menakjubkan dari hidup Nabi Daniel adalah saat ia dilemparkan ke dalam lubang besar berisi dua ekor singa atas perintah Nebukadnezar II. Meski begitu, kedua singa tersebut tidak menyentuhnya sama sekali, hingga ia tetap hidup berhari-hari di dalamnya.

Dalam kondisi terkurung, Allah memerintahkan seorang lelaki shalih bernama Armia di Syam untuk mengantar makanan dan minuman kepada Daniel, meski jaraknya ribuan kilometer. Ketika Armia tiba dan menyapanya, Daniel menyambut dengan kalimat pujian kepada Allah yang begitu dalam dan menyentuh.

Selain dikenal sebagai nabi, Daniel juga sangat masyhur karena kemampuannya menafsirkan mimpi, termasuk mimpi yang dialami oleh Nebukadnezar II. Penafsiran itu membawa Daniel pada posisi tinggi dalam istana Babilonia, karena sang raja melihat kebijaksanaan dan kebenaran dari tafsirannya.

Namun, ada kemungkinan bahwa Daniel sempat dipenjara karena keberaniannya menyampaikan kebenaran yang tidak sesuai dengan keinginan sang raja. Atau justru sebaliknya, setelah selamat dari ujian bersama dua singa, raja mengangkatnya ke posisi kehormatan.

Dalam riwayat yang disampaikan Rasulullah SAW, disebutkan bahwa Nabi Daniel pernah berdoa agar ia dimakamkan oleh umat Nabi Muhammad. Doa itu terwujud ketika jasadnya ditemukan dan dimakamkan oleh pasukan Islam di bawah Abu Musa, atas perintah langsung dari Umar bin Khattab.

Bahkan Rasulullah SAW memberi kabar gembira surga bagi siapa saja yang menunjukkan keberadaan jasad Nabi Daniel. Orang yang menunjukkan jasad tersebut adalah seorang pria bernama Hurqus, yang kemudian namanya diabadikan sebagai sosok yang diberi kabar surga oleh Nabi.

Kini, makam Nabi Daniel diyakini berada di kota Shush, Iran, dan menjadi salah satu situs sejarah yang masih ramai dikunjungi hingga hari ini. Meskipun ada pendapat lain yang menyebut makamnya berada di Irak, Mesir, Turki, bahkan Samarkand, mayoritas sejarawan sepakat bahwa Shush adalah lokasi paling kuat secara historis dan naratif.

Warisan Nabi Daniel bukan hanya tentang keajaiban dan mukjizat, tetapi juga tentang bagaimana seorang nabi tetap teguh menyampaikan kebenaran, bahkan di hadapan raja tiran. Kisahnya terus menginspirasi, tidak hanya dalam tradisi Islam, tapi juga dalam khazanah kitab-kitab Yahudi dan Kristen. (*)