• KEISLAMAN

Perlu Tahu Tata Cara Mandi Junub Bagi Wanita

Yahya Sukamdani | Selasa, 29/04/2025
Perlu Tahu Tata Cara Mandi Junub Bagi Wanita Ilustrasi simbolik penyucian

Terasmuslim.com - Mandi junub adalah mandi wajib yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, baik setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, haid, maupun nifas. Tata cara mandi junub bagi wanita secara syar`i memiliki pedoman dari hadits Nabi Muhammad ﷺ yang sangat jelas. Saya akan memulai dengan sedikit pengantar, lalu menguraikan langkah-langkahnya. Dalam Islam, kesucian badan adalah syarat sah untuk melakukan ibadah seperti salat. Oleh karena itu, setelah wanita mengalami hadas besar, ia diwajibkan untuk mandi junub. Mandi junub ini bukan sekadar membasahi tubuh, tetapi ada adab, niat, dan urutan tertentu yang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabiyah (wanita sahabat).

Dalilnya di antaranya:

"Apabila kamu junub, maka bersucilah (mandilah)."
(QS. Al-Maidah: 6)

Dan dari hadits:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangan, lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela rambutnya...”
(HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Tata Cara Mandi Junub Bagi Wanita

  1. Niat dalam Hati
    Niat ini dilakukan dalam hati, tanpa dilafalkan. Misalnya: "Saya niat mengangkat hadas besar untuk beribadah kepada Allah."
    Niat ini penting untuk membedakan antara mandi biasa dan mandi wajib.
  2. Membaca Basmalah
    Mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai mandi.
  3. Mencuci Kedua Tangan
    Cuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali.
  4. Membersihkan Bagian Tubuh yang Kotor
    Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri.
  5. Berwudhu Seperti Wudhu Salat
    Berwudhu secara sempurna seperti wudhu untuk salat.
    Boleh menunda mencuci kaki hingga selesai mandi (jika di tempat yang airnya menggenang).
  6. Menyela-nyela Rambut
    Wanita harus memastikan air sampai ke kulit kepala.
  • Bila rambut digelung atau dikepang, tidak wajib membukanya, cukup air meresap hingga ke akar rambut.
  • Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

“Wahai Rasulullah, saya wanita yang rambutnya diikat, apakah saya perlu membuka ikatan rambut saat mandi junub?” Beliau menjawab: ‘Tidak, cukup engkau menuangkan air ke atas kepala tiga kali lalu meratakan air ke seluruh badanmu.’”
(HR. Muslim no. 330)

  1. Mengguyur Kepala Tiga Kali
    Menyiram kepala tiga kali hingga air merata ke kulit kepala.
  2. Mengguyur Seluruh Badan
    Memulai dari bagian kanan tubuh, lalu kiri. Pastikan air mengenai seluruh permukaan tubuh, termasuk sela-sela tubuh seperti ketiak, pusar, sela jari, belakang telinga.
  3. Menyelesaikan dengan Membasuh Kedua Kaki (jika belum sebelumnya)
    Jika saat berwudhu belum mencuci kaki, maka setelah selesai mandi sempurna, kaki dibasuh.

Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan:

  • Rambut yang sangat tebal atau keriting: pastikan air masuk ke pangkal rambut, tetapi tidak wajib membasahi setiap helaian rambut.
  • Jika mandi di tempat umum (seperti hotel, toilet umum): hendaknya tetap menjaga aurat dan privasi.
  • Tidak wajib menggunakan sabun atau shampoo untuk sahnya mandi junub, tapi dianjurkan untuk kebersihan.

Mandi junub wanita harus diawali dengan niat, diikuti tata cara bersuci yang benar, menyela rambut, dan memastikan seluruh tubuh terkena air. Ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah, menjaga kesucian lahir dan batin sebagai seorang Muslimah.

Keywords :