Ilustrasi simbolik penyucian
Terasmuslim.com - Mandi junub adalah mandi wajib yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, baik setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, haid, maupun nifas. Tata cara mandi junub bagi wanita secara syar`i memiliki pedoman dari hadits Nabi Muhammad ﷺ yang sangat jelas. Saya akan memulai dengan sedikit pengantar, lalu menguraikan langkah-langkahnya. Dalam Islam, kesucian badan adalah syarat sah untuk melakukan ibadah seperti salat. Oleh karena itu, setelah wanita mengalami hadas besar, ia diwajibkan untuk mandi junub. Mandi junub ini bukan sekadar membasahi tubuh, tetapi ada adab, niat, dan urutan tertentu yang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabiyah (wanita sahabat).
Dalilnya di antaranya:
"Apabila kamu junub, maka bersucilah (mandilah)."
(QS. Al-Maidah: 6)
Dan dari hadits:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangan, lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela rambutnya...”
(HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Tata Cara Mandi Junub Bagi Wanita
“Wahai Rasulullah, saya wanita yang rambutnya diikat, apakah saya perlu membuka ikatan rambut saat mandi junub?” Beliau menjawab: ‘Tidak, cukup engkau menuangkan air ke atas kepala tiga kali lalu meratakan air ke seluruh badanmu.’”
(HR. Muslim no. 330)
Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan:
Mandi junub wanita harus diawali dengan niat, diikuti tata cara bersuci yang benar, menyela rambut, dan memastikan seluruh tubuh terkena air. Ini adalah bentuk ketaatan kepada Allah, menjaga kesucian lahir dan batin sebagai seorang Muslimah.