• SOSOK

Mengenal Sosok Habib Ja`far, Pendakwah Milenial

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 06/01/2025
Mengenal Sosok Habib Ja`far, Pendakwah Milenial Ilustrasi Habib Ja`far seorang pendakwah milenial (Foto: Bincangsyariah)

Terasmuslim.com - Husein Ja’far Al Hadar, atau lebih dikenal sebagai Habib Ja’far adalah pendakwah yang disukai banyak kaum milenial umat Islam di Indonesia. Dikarenakan metode untuk menyampaikan ke orang-orang dengan bahasa yang mudah dipahami zaman sekarang ini.

Metode dakwah beliau terkenal dengan keunikan dan kekinian, sehingga dakwah ini banyak digemari oleh pemuda dan menjadi publik figur bagi mereka. 

Beliau merupakan salah satu tokoh yang bisa mempersatukan umat dari agama yang ada di Indonesia ini melalui platform media sosial yang menarik, sehingga dapat menciptakan keseimbangan antara ajaran Islam dan teknologi yang sudah berkembang ini. 

Mempunyai latar belakang keluarga seorang Sayyid atau keturunan Nabi Muhammad SAW generasi ke-38. dan mempunyai pendidikan pernah menjadi santri dan kuliah Tafsir Al-Qur’an serta Filsafat. Menjadikan beliau pintar dalam menyebarkan Islam di Nusantara. 

Tidak hanya di platform media sosial saja, Habib Ja’far ini juga sudah banyak menulis buku yang menarik untuk dibaca kaum milenial sekarang. Seperti, Tuhan Ada di Hatimu, Seni Merayu Tuhan dan Menyebarkan Islam Kita. 

Warisan ini beliau dedikasikan untuk ayahnya yang telah mengeluarkan semua tenaga, pikiran dan uang nya untuk bangsa dan negara. 

“Pesan orang tua yang paling ingat jangan bodoh karena orang bodoh ngerepotin. Makanya, seluruh keluarga disuruh belajar filsafat, kemudian wakaf umur mendedikasikan diri untuk bangsa untuk agama untuk kemanusiaan,” ungkap Habib Husein dalam tayangan “Misi Dakwah Husein Ja’far: Wakaf Umur | Kisah Para Pendakwah #4”, dikutip NU Online, pada Senin (22/4/2024).

Ayah saya itu orang yang mewakafkan umurnya, seumur hidup kepada dakwah kebangsaan, keindonesiaan, kemudian keislaman keagamaan, kemudian toleransi dan kemanusiaan. Ayah saya belum pernah menerima gaji dari siapa pun. Beliau 40 tahun mengurus yayasan tanpa digaji tanpa apa pun, duitnya beliau keluar untuk itu. Makanya, saya sering bilang saya bukan orang baik, tapi alhamdulillah saya dididik oleh seorang ayah yang baik,” ujarnya. 

Tentu dengan adanya tokoh seperti ini, kita harus banyak belajar dari beliau bahwa di zaman sekarang ini, berdakwah tidak hanya harus di masjid atau acara pengajian. Tetapi, bisa dimanapun salah satunya adalah media sosial yang sudah berkembang ini.