• KEISLAMAN

Bingung Soal Nafkah Lahir Batin dalam Rumah Tangga?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 24/10/2025
Bingung Soal Nafkah Lahir Batin dalam Rumah Tangga? Ilustrasi foto silaturahim keluarga

Terasmuslim.com - Banyak pasangan suami istri mengalami kebingungan dalam memahami makna nafkah lahir dan batin. Ada yang menganggap cukup dengan memberi uang, ada pula yang menilai perhatian dan kasih sayang sudah cukup disebut nafkah. Padahal, Islam mengajarkan bahwa nafkah mencakup dua sisi penting: lahir dan batin, yang keduanya wajib dipenuhi agar rumah tangga tetap harmonis dan diridai Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
(QS. An-Nisa: 34)

Ayat ini menegaskan bahwa nafkah lahir adalah kewajiban suami terhadap istri. Nafkah ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan biaya hidup yang layak sesuai kemampuan. Bukan harus mewah, tapi cukup dan tidak menelantarkan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Cukuplah seseorang disebut berdosa apabila ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya.”
(HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

Hadis ini memperingatkan pentingnya tanggung jawab seorang suami dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Menafkahi bukan sekadar memberi uang, tapi juga memastikan keluarganya hidup layak dan tenang.

Selain kebutuhan materi, Islam menekankan pentingnya nafkah batin, yaitu kebutuhan emosional dan hubungan suami istri. Rasulullah ﷺ dikenal sangat lembut kepada istri-istrinya. Beliau bercanda, membantu pekerjaan rumah, dan menunjukkan kasih sayang tanpa kasar.

Dalam QS. Al-Baqarah: 187 Allah berfirman: “Mereka (istri-istrimu) adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.”
Ayat ini menggambarkan hubungan yang saling melindungi, menenangkan, dan melengkapi inilah inti dari nafkah batin.

Rumah tangga yang kokoh dibangun atas keseimbangan antara lahir dan batin. Nafkah lahir menjaga keberlangsungan hidup, sementara nafkah batin menjaga kehangatan cinta. Jika salah satunya hilang, rumah tangga akan mudah goyah.

Walau suami memiliki kewajiban utama dalam memberi nafkah, istri pun memiliki peran penting menjaga suasana rumah agar tetap damai dan saling menghormati. Islam mengajarkan keseimbangan, bukan dominasi salah satu pihak.