Ilustrasi - bercermin (Foto: Unsplash/Fares Hamouche)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bercermin adalah aktivitas sederhana yang hampir dilakukan setiap hari oleh setiap orang. Entah sebelum berangkat bekerja, kuliah, atau sekadar memastikan penampilan terlihat rapi, kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan yang seolah tanpa makna.
Namun dalam pandangan Islam, setiap aktivitas manusia, sekecil apa pun, bisa bernilai ibadah apabila disertai dengan doa dan niat yang benar termasuk saat bercermin.
Doa saat bercermin bukan hanya ungkapan harapan agar tampak indah di hadapan manusia, melainkan sebuah pengingat halus bahwa keindahan sejati bukan terletak pada wajah, melainkan pada akhlak.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar umatnya tidak hanya bersyukur atas rupa yang diciptakan Allah SWT, tetapi juga senantiasa memohon agar hati dan budi pekerti ikut diperindah.
Doa yang bisa diamalkan ketika bercermin berbunyi:
اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Allahumma kama hassanta khalqii fahassin khuluqii
Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindahlah pula akhlakku.”
Ada pula versi doa yang lebih lengkap sebagaimana diriwayatkan dalam sejumlah kitab doa:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Alhamdulillah, Allahumma kama hassanta khalqi fahassin khuluqi
Artinya: “Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah tubuhku, maka perindahlah juga akhlakku.”
Ada pula redaksi lain yang lebih panjang:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي سَوَّى خَلْقِي فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِي فَحَسَّنَهَا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Alhamdulillahil-ladzi sawwa khalqii fa‘addalahu wa karrama shuura ta wajhii fahassanahaa wa ja‘alanii minal muslimin
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan ciptaanku, memperindah dan memuliakan wajahku, serta menjadikanku termasuk golongan orang-orang Muslim.”
Makna yang terkandung dalam doa ini begitu mendalam. Saat seseorang memandang dirinya di cermin, ia diingatkan bahwa kecantikan fisik hanyalah sementara.
Yang lebih utama adalah kecantikan hati, tutur kata, dan perilaku. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim secara tidak langsung sedang berlatih untuk bersyukur atas nikmat penciptaan, sekaligus memohon agar kebaikan batin seindah penampilannya.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, doa bercermin juga menjadi sarana introspeksi diri. Ketika seseorang mengucapkan doa ini, ia diingatkan untuk tidak berbangga diri terhadap penampilan atau rupa, sebab semua yang ada pada dirinya adalah karunia Allah semata.
Doa ini juga menjadi perisai dari kesombongan, mengingatkan bahwa seindah apa pun wajah seseorang, tidak akan bermakna tanpa akhlak yang baik.
Adab dalam bercermin pun memiliki makna yang tak kalah penting. Seorang Muslim dianjurkan untuk mengucapkan basmalah sebelum melihat dirinya di cermin, kemudian tidak berlama-lama hingga menimbulkan rasa ujub atau berlebihan dalam mengagumi diri sendiri.
Ketika menemukan kekurangan, seorang mukmin tidak seharusnya mencela ciptaan Allah, melainkan tetap menerima dengan lapang dada bahwa segala bentuk manusia adalah sempurna sesuai kehendak-Nya.