Ilustrasi shalat tahajud
Terasmuslim.com - Di antara berbagai ibadah dalam Islam, shalat tahajjud menempati posisi istimewa. Tidak seperti shalat wajib yang diawali dengan adzan dan dilakukan berjamaah, tahajjud tidak memiliki seruan publik. Sebab, ibadah ini adalah undangan khusus dari Allah kepada hamba-Nya yang ingin mendekat lebih dekat di sepertiga malam terakhir.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni’” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ulama menjelaskan, tidak adanya adzan untuk tahajjud menunjukkan sifatnya yang sangat personal. Ini adalah momen khusus bagi mereka yang hatinya digerakkan oleh iman dan kecintaan kepada Allah, hingga rela meninggalkan tidur lelap demi bermunajat di keheningan malam.
Berbeda dengan shalat wajib yang wajib diumumkan agar seluruh umat berkumpul, tahajjud tidak memerlukan panggilan publik. Sebab, yang memanggil bukanlah muadzin, melainkan Allah sendiri melalui bisikan iman dan kekuatan untuk bangun.
Meski bersifat sunnah, tahajjud memiliki keutamaan besar. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. Al-Isra: 79). Ayat ini menjadi penegasan bahwa tahajjud adalah jalan menuju kemuliaan di sisi Allah.
Di tengah kesibukan hidup modern, tahajjud menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, membersihkan jiwa, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Tidak ada pengumuman, tidak ada keramaian hanya hamba dan Rabb-nya dalam keheningan malam yang penuh rahmat.