• KEISLAMAN

Anak Durhaka Terancam Tak Masuk Surga, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Kamis, 26/06/2025
Anak Durhaka Terancam Tak Masuk Surga, Ini Penjelasannya Ilustrasi anak marah kepada orang tua (Foto: AI)

Terasmuslim.com – Dalam ajaran Islam, kedudukan orang tua sangatlah mulia. Bahkan setelah perintah untuk menyembah Allah, Al-Qur`an langsung menyusul dengan seruan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Maka tak heran, anak yang durhaka kepada orang tuanya mendapat ancaman serius, termasuk terhalang dari pintu surga.

Durhaka kepada orang tua termasuk dalam deretan dosa besar. Rasulullah ﷺ secara tegas menyebutkan bahwa perbuatan ini bisa menjauhkan seseorang dari rahmat Allah dan menyebabkan tidak masuk surga, jika tidak segera bertaubat.

“Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,” demikian sabda Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud.

Ancaman ini menunjukkan betapa seriusnya dosa durhaka kepada orang tua. Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23, Allah ﷻ berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” Ayat ini meletakkan kebaikan kepada orang tua sejajar dengan tauhid.

Bentuk kedurhakaan tidak hanya dalam sikap kasar secara terang-terangan. Membentak, mengeluh, bersikap acuh, tidak menaati perintah selama bukan maksiat, bahkan meremehkan atau menyimpan kebencian dalam hati terhadap orang tua juga bisa tergolong durhaka.

Namun Islam juga membuka pintu tobat selebar-lebarnya. Selama seseorang masih hidup dan belum sampai ajalnya, Allah masih memberikan kesempatan untuk menebus kesalahan dengan tobat yang sungguh-sungguh. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai di tenggorokan.” (HR. Tirmidzi)

Langkah penting dalam bertaubat dari kedurhakaan adalah meminta maaf langsung kepada orang tua, menunjukkan penyesalan, serta memperbaiki sikap dan hubungan yang telah rusak. Jika orang tua telah wafat, anak tetap bisa berbuat baik melalui doa, sedekah atas nama mereka, dan menjalin silaturahmi dengan keluarga serta sahabat orang tua.

Islam menempatkan birrul walidain berbuat baik kepada orang tua sebagai amalan yang sangat besar nilainya. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan orang tua bukan hanya soal adab, tetapi juga menjadi kunci surga bagi setiap anak.