Ilustrasi (Foto: Istockphoto)
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering kali mengamalkan zikir, baik berupa sholawat maupun istighfar. Keduanya merupakan bentuk ibadah lisan yang diajarkan dalam Islam dan memiliki keutamaan tersendiri. Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat.Mana yang lebih berpotensi diterima Allah, sholawat atau istighfar?
Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh para pencari jalan kebaikan, terutama yang ingin memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dalam kajian keislaman, baik sholawat maupun istigfar memiliki kedudukan mulia, namun fungsinya berbeda.
Sholawat adalah bentuk pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur`an, Allah SWT sendiri memerintahkan umat Islam untuk bersholawat:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Sementara itu, istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan. Ia menjadi bagian penting dalam taubat seorang hamba, sebagaimana firman-Nya:
"Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu." (QS. Hud: 3)
Idealnya, seorang muslim membiasakan keduanya secara seimbang. Istigfar dibaca setiap hari untuk menjaga kebersihan hati, terutama setelah berbuat kesalahan atau merasa lalai dalam ibadah. Sementara sholawat dianjurkan setiap waktu, khususnya pada hari Jumat, sebagai bentuk cinta kepada Nabi dan penarik doa yang mustajab.
Beberapa ulama bahkan menyebut bahwa salah satu sebab tertundanya doa adalah karena kurangnya bacaan sholawat sebelum dan sesudah doa. Istighfar adalah kunci untuk membuka pintu taubat, sementara sholawat adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW dan memohon syafaat. Agar amalan kita lebih mudah diterima oleh Allah, para ulama menyarankan urutan berikut: mulai dengan istighfar, lanjutkan dengan sholawat, lalu sampaikan doa dan harapan.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali, “Barang siapa yang memulai doanya dengan sholawat dan menutupnya dengan sholawat, maka Allah akan menerima doanya di antara dua kemuliaan itu.”