• UMRAH & HAJI

Perlu Tahu Tempat dan Waktu Ambil Air Zam-zam

Yahya Sukamdani | Senin, 14/04/2025
Perlu Tahu Tempat dan Waktu Ambil Air Zam-zam Ilustrasi air zam zam (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Air Zam-zam adalah salah satu anugerah luar biasa dari Allah SWT yang hanya ditemukan di Tanah Suci Makkah. Dikenal sebagai air yang penuh berkah dan menyembuhkan, banyak jamaah haji dan umrah yang ingin meminumnya langsung dari sumbernya dan membawanya pulang ke tanah air sebagai oleh-oleh spiritual. Namun, untuk mendapatkan air Zam-zam tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tempat dan waktu tertentu yang perlu diketahui agar pengambilannya sah, teratur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Masjidil Haram dan sekitarnya.

Mengapa Perlu Memahami Waktu dan Tempat?

Memahami tempat dan waktu pengambilan air Zam-zam bukan hanya soal teknis semata, tapi juga bagian dari adab dan etika selama berada di Tanah Suci. Kesalahan dalam pengambilan air bisa menimbulkan gangguan bagi jamaah lain, bahkan melanggar aturan yang ditetapkan otoritas masjid. Selain itu, ketepatan waktu juga membantu jamaah menghindari antrean panjang atau keterbatasan akses.

Tempat Mengambil Air Zam-zam

  1. Area Masjidil Haram (Sekitar Ka’bah dan Basement)
    Dahulu, air Zam-zam dapat diambil langsung dari sumurnya yang berada di dalam Masjidil Haram, tepatnya di ruang bawah tanah (basement) dekat Mataf. Namun sejak beberapa tahun terakhir, akses ke sumur asli sudah ditutup, dan pengambilan hanya diperbolehkan melalui dispenser khusus yang tersebar di berbagai sudut masjid.

Beberapa lokasi utama:

    • Di area lantai dasar (mataf), dekat area thawaf
    • Di koridor luar Masjidil Haram
    • Di lantai atas dan basement melalui galon dan dispenser otomatis
  1. Pusat Distribusi Air Zam-zam (King Abdullah Zamzam Water Distribution Center)
    Untuk pengambilan dalam jumlah besar (biasanya 5 liter dalam kemasan resmi), bisa dilakukan di Pusat Distribusi Air Zamzam di Kudai, sekitar 4 km dari Masjidil Haram. Tempat ini dibuka khusus untuk jamaah haji dan umrah, dengan menunjukkan paspor atau bukti umrah/haji resmi.

Waktu Terbaik Mengambil Air Zam-zam

  1. Sebelum atau Setelah Waktu Salat Wajib
    Hindari pengambilan saat mendekati waktu salat karena akan sangat ramai. Waktu terbaik adalah sekitar 30–45 menit setelah salat selesai, saat suasana mulai lengang dan galon air telah kembali terisi.
  2. Pagi Hari Setelah Salat Subuh
    Ini adalah waktu yang paling ideal karena udara masih sejuk, jamaah belum terlalu ramai, dan distribusi air masih segar. Banyak yang memanfaatkan momen ini sambil melakukan thawaf sunah.
  3. Larut Malam (Setelah Isya hingga sebelum Subuh)
    Masjid cenderung lebih tenang, dan jamaah bisa mengambil air Zam-zam dengan lebih nyaman, terutama bagi yang ingin berlama-lama minum sambil berdoa.

Penting diingat :

  • Tidak diperbolehkan mengisi botol besar atau galon pribadi di area dispenser Masjidil Haram. Jamaah hanya diperbolehkan mengisi botol kecil pribadi untuk konsumsi saat itu juga.
  • Untuk membawa pulang, air Zam-zam dalam kemasan resmi (5 liter) biasanya sudah termasuk dalam paket haji/umrah, dan disediakan saat pulang di bandara atau oleh penyelenggara travel resmi.
  • Jangan minum sambil berdiri jika memungkinkan. Sunnah Rasulullah ﷺ adalah minum air Zam-zam sambil duduk dan membacakan doa, sebagaimana disebut dalam beberapa riwayat.

Mengambil air Zam-zam dengan adab yang benar di tempat dan waktu yang tepat adalah bagian dari penghormatan terhadap kesakralan Tanah Haram. Bukan sekadar membawa oleh-oleh, tetapi juga membawa berkah dan doa dari tempat yang dimuliakan Allah. Maka, pastikan untuk memahami ketentuannya agar ibadah semakin sempurna, dan nikmat air Zam-zam bisa dirasakan lahir dan batin.

Keywords :