Ilustrasi petunjuk barang hilang
Terasmuslim.com - Kehilangan barang di Masjidil Haram merupakan situasi yang tidak jarang terjadi, mengingat jutaan jamaah datang setiap tahun dari berbagai negara dengan kondisi yang sangat ramai. Baik karena kelalaian sendiri, lupa, maupun akibat pencurian, kehilangan barang tentu bisa menimbulkan kepanikan, terutama jika yang hilang adalah barang berharga seperti paspor, dompet, atau HP.
Namun, jangan langsung panik. Terdapat sejumlah langkah solutif dan prosedur resmi yang bisa diambil saat barang hilang di Masjidil Haram. Pemerintah Arab Saudi, melalui Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (الرئاسة العامة لشؤون المسجد الحرام والمسجد النبوي), telah menyediakan sistem dan layanan khusus untuk menangani hal ini.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
Langkah pertama adalah kembali ke lokasi terakhir Anda berada dan mencari dengan tenang. Kadang, barang hanya tertinggal atau tergeser. Mintalah bantuan teman untuk mencari di sekitar lokasi, seperti saf salat atau rak sepatu.
Jika tidak ditemukan, segera cari petugas keamanan (askari) atau petugas layanan masjid yang mengenakan seragam khusus (biasanya putih dengan lambang resmi). Mereka siap membantu mengarahkan Anda ke bagian barang hilang (مفقودات - mafqūdat).
Masjidil Haram memiliki tempat khusus untuk barang hilang. Lokasinya sering berpindah, tetapi biasanya berada di sekitar pintu-pintu utama atau area plaza luar masjid. Mintalah petugas mengarahkan Anda ke tempat tersebut dan siapkan deskripsi barang secara detail:
Mereka akan mencatat laporan Anda dan mencocokkannya dengan barang yang sudah ditemukan oleh petugas atau jamaah lain.
Jika barang yang hilang tergolong berharga tinggi seperti paspor, kartu identitas, atau HP, segera buat laporan ke kantor polisi terdekat. Kantor polisi di sekitar Masjidil Haram dapat mengeluarkan surat kehilangan resmi (balāgh ʿan faqdan) yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan pengurusan dokumen baru di KJRI atau KBRI.
Jika Anda tergabung dalam kelompok umrah atau haji resmi, segera lapor kepada ketua rombongan atau muthawwif. Mereka sering memiliki jalur komunikasi langsung dengan otoritas masjid dan bisa membantu proses pelaporan lebih cepat serta menjembatani bahasa.
Otoritas Saudi juga memiliki aplikasi Haramain dan Absher yang terkoneksi dengan sistem keamanan. Beberapa barang bisa dilaporkan atau dicek statusnya melalui layanan digital tersebut, terutama HP yang terhubung dengan sistem pelacakan IMEI di Saudi.
Setelah melakukan semua ikhtiar di atas, jangan lupa untuk berdoa kepada Allah SWT agar barang yang hilang dikembalikan atau digantikan dengan yang lebih baik. Banyak kasus jamaah menemukan kembali barangnya beberapa hari kemudian, kadang melalui orang tak terduga.