• KISAH

Kisah Inspiratif Jusuf Hamka, Hidayah Datang dari Toa Masjid

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 09/04/2025
Kisah Inspiratif Jusuf Hamka, Hidayah Datang dari Toa Masjid Jusuf Hamka, seorang yang mendapatkan hidayah masuk Islam dari toa Masjid (Foto: tribunnews)

Terasmuslim.com - Nama Jusuf Hamka dikenal luas sebagai bos jalan tol yang dermawan. Namun, di balik kesuksesan dan ketenarannya, tersimpan kisah spiritual yang menyentuh. Ia adalah seorang mualaf, dan keputusannya memeluk Islam bukan hanya karena sosok ulama besar Buya Hamka, tapi juga karena hal sederhana: suara dari toa masjid.

Jusuf Hamka, yang lahir dengan nama Tan Hok Liang, merupakan keturunan Tionghoa yang lahir dalam lingkungan non-Muslim. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam suasana yang jauh dari Islam. Namun, hidayah Allah datang melalui jalan yang tidak disangka.

Dalam berbagai wawancara, Jusuf Hamka sering bercerita tentang peran besar Buya Hamka dalam proses keislamannya. "Buya Hamka adalah guru saya. Beliau sangat lembut dan penuh kasih dalam menyampaikan Islam. Saya belajar banyak tentang nilai-nilai Islam dari beliau," ujar Jusuf.

Namun, ada satu momen penting lain yang ia kenang dengan penuh kesan suara azan dari toa masjid di dekat rumahnya. Bagi orang lain, mungkin itu hal biasa, tapi bagi Jusuf, suara azan yang mengalun merdu dari toa masjid menjadi panggilan hati yang menggetarkan jiwa.

"Saya waktu itu sedang dalam keadaan bingung, sedang mencari kedamaian. Dan saya merasa tenang ketika mendengar suara azan itu. Rasanya seperti dipanggil," katanya.

Suara dari toa masjid itu menjadi momen kontemplatif bagi Jusuf. Dari sana, ia mulai tertarik mendalami ajaran Islam, membaca Al-Qur`an, dan mencari tahu tentang sholat serta akhlak umat Muslim. Perlahan, hatinya semakin mantap.

Akhirnya, di usia 23 tahun, Jusuf Hamka mengucap dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang Muslim. Ia merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang selama ini ia cari.

"Saya menemukan kedamaian dalam Islam. Dan saya ingin berbagi kedamaian itu dengan sesama," ujarnya.

Setelah menjadi mualaf, Jusuf Hamka aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia membangun masjid, menyumbangkan makanan gratis untuk rakyat kecil lewat warung nasi Rp1.000, serta sering memberikan bantuan tanpa melihat latar belakang agama atau etnis.

Kisahnya menjadi inspirasi banyak orang—bahwa hidayah bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal yang dianggap sederhana seperti toa masjid.

Pelajaran dari Kisah Jusuf Hamka

  1. Hidayah datang dengan cara yang tak terduga. Kadang bukan lewat debat atau buku tebal, tapi cukup dengan suara azan yang menyentuh hati.

  2. Islam itu damai dan rahmatan lil alamin. Jusuf menemukan bahwa Islam bukan agama yang menakutkan, tapi justru menenangkan.

  3. Peran akhlak dan keteladanan sangat penting. Sosok Buya Hamka mengajarkan bahwa kelembutan lebih kuat dari kata-kata keras.

  4. Toa masjid bukan sekadar pengeras suara. Bagi sebagian orang, itu bisa jadi panggilan dari langit yang membukakan pintu hidayah.

Kini, Jusuf Hamka tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi juga sebagai tokoh mualaf yang inspiratif. Kisahnya membuktikan bahwa Islam bisa masuk ke hati siapa saja, selama disampaikan dengan akhlak, kelembutan, dan tentu saja suara azan dari toa masjid.