• KEISLAMAN

Adil kepada Anak, Wajib! Ini Dampak Serius Jika Tidak

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 06/04/2025
Adil kepada Anak, Wajib! Ini Dampak Serius Jika Tidak Ilustrasi mendidik anak (foto:koropak)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan keluarga, keadilan orang tua terhadap anak-anak bukan sekadar sikap, tapi juga amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Ketidakadilan orang tua, baik dalam bentuk perlakuan, pemberian materi, kasih sayang, atau pujian bisa menimbulkan luka batin yang mendalam, kecemburuan antar-saudara, bahkan kehancuran hubungan keluarga dalam jangka panjang.

Ketika orang tua bersikap tidak adil, salah satu dampak yang paling nyata adalah munculnya rasa iri, kecewa, dan dendam di antara anak-anak. Anak yang merasa diabaikan atau diperlakukan tidak adil cenderung tumbuh dengan luka batin, rendah diri, bahkan membenci saudaranya sendiri.

Beberapa ahli psikologi menyebutkan bahwa perlakuan tidak adil dapat menghambat perkembangan emosional anak, menurunkan kepercayaan diri, dan menciptakan jarak emosional dengan orang tua. Dalam jangka panjang, hubungan antar saudara juga bisa rusak, karena rasa kepercayaan dan solidaritas yang seharusnya tumbuh sejak kecil menjadi tercemar oleh ketimpangan kasih sayang dan perhatian.

Islam sangat menekankan keadilan, terutama dalam konteks keluarga. Nabi Muhammad SAW memberi peringatan tegas terhadap orang tua yang bersikap tidak adil kepada anak-anaknya.

Dalam sebuah hadis dari sahabat Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ، فَقَالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ: لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ، فَجَاءَ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ ﷺ لِيُشْهِدَهُ عَلَى صَدَقَةِي، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَفَعَلْتَ هَذَا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ؟ قَالَ: لَا، قَالَ: اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا فِي أَوْلَادِكُمْ، فَرَجَعَ أَبِي فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ

Artinya: “Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata: Ayahku memberikan kepadaku sebagian hartanya, lalu ibuku, ‘Amrah binti Rawahah, berkata: Aku tidak rela sampai engkau menjadikan Rasulullah SAW sebagai saksi.’ Maka ayahku pergi kepada Rasulullah SAW untuk menjadikannya saksi atas sedekah itu. Rasulullah pun bertanya, ‘Apakah kamu melakukan hal ini kepada seluruh anakmu?’ Ayahku menjawab, ‘Tidak.’ Rasulullah pun bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu!’ Maka ayahku membatalkan pemberian tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya keadilan orang tua dalam perlakuan terhadap anak-anak mereka. Rasulullah SAW tidak hanya menolak menjadi saksi, tetapi juga mengingatkan bahwa ketidakadilan bisa mengundang murka Allah.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga menekankan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkup keluarga.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan...” (QS. An-Nahl: 90)

Meskipun ayat ini bersifat umum, para ulama sepakat bahwa ayat ini juga mencakup keadilan dalam rumah tangga, baik terhadap pasangan, anak-anak, maupun keluarga secara luas. Keadilan bukan berarti harus memberi sama rata, tetapi memberi sesuai kebutuhan dan kondisi, serta menghindari sikap pilih kasih.

Menjadi adil bukan berarti kaku dan tanpa kasih sayang. Justru, keadilan adalah bentuk cinta yang paling tulus. Dengan bersikap adil, orang tua sedang mengajarkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab kepada anak-anaknya. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana keluarga yang adil cenderung tumbuh menjadi pribadi yang penuh empati, saling menghargai, dan memiliki ikatan yang kuat dengan saudara dan orang tua.

Sebaliknya, ketidakadilan dalam rumah tangga bisa menjadi benih konflik jangka panjang yang dampaknya tak hanya terasa di dunia, tapi bisa menjadi beban di akhirat. Maka, seperti pesan Nabi SAW: "Bertakwalah kepada Allah, dan berlaku adillah terhadap anak-anak kalian."