
Ilustrasi foto khawatir tentang kebutuhan keluarga
Terasmuslim.com - Perasaan cemas berlebihan atau overthinking kerap kali melanda pikiran seseorang saat menghadapi berbagai persoalan hidup.
Dalam sudut pandang Islam, berpikir mendalam untuk mencari solusi adalah hal positif, tetapi overthinking yang memicu prasangka buruk dan kecemasan berlebih sangat tidak dianjurkan.
Sebab utama munculnya overthinking kerap bersumber dari bisikan syaitan yang ingin menanamkan rasa sedih dan ragu di dalam hati umat beriman.
Allah SWT menegaskan hal tersebut di dalam Al-Qur`an: “Sesungguhnya bisikan-bisikan (yang buruk) itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita...” (QS. Al-Mujadilah: 10).
Selain bisikan syaitan, overthinking sering kali dipicu oleh prasangka buruk (su`udzon) terhadap takdir maupun skenario kehidupan dari Allah SWT.
Al-Qur`an melarang keras sikap suka berprasangka yang dapat merusak kedamaian jiwa seorang Muslim.
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa...” (QS. Al-Hujurat: 12).
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya prasangka yang menjadi akar dari pikiran buruk berlebihan.
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kalian prasangka (dhann), karena prasangka itu adalah sependusta-pendustanya perkataan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran akan masa depan, seorang Muslim diperintahkan untuk berserah diri secara penuh melalui ikhtiar dan tawakal.
Sikap tawakal merupakan benteng utama yang mampu menyembuhkan jiwa dari jeratan overthinking yang menyiksa.
Allah SWT berfirman: “...Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 3).
Obat paling ampuh untuk menenangkan pikiran yang terus bergejolak adalah dengan senantiasa memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT.
Allah SWT berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah; ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra`d: 28).
Dengan mengalihkan kekhawatiran menjadi doa serta kepasrahan, seorang hamba akan meraih kedamaian pikiran dan terbebas dari jerat overthinking.
TAGS : hukum overthinking bahaya suudzon tawakal menenangkan pikiran