
Ilustrasi syirik
Terasmuslim.com - Syirik atau menyekutukan Allah SWT merupakan dosa paling besar dan kezaliman yang paling utama dalam ajaran Islam.
Perbuatan syirik merusak pondasi keimanan seorang hamba serta mengikis keaslian tauhid yang seharusnya dimurnikan hanya untuk-Nya.
Al-Qur`an secara tegas menyebutkan hakikat kezaliman syirik melalui nasehat Luqman dalam Surah Luqman ayat 13.
Ayat tersebut menegaskan bahwa mempersekutukan Allah benar-benar merupakan sebuah kezaliman yang sangat besar.
Dampak paling bahaya dari dosa syirik adalah tidak akan diampuni oleh Allah SWT jika pelakunya meninggal tanpa bertobat.
Peringatan tegas mengenai hal ini tercantum secara jelas dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 48.
Dalam ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Selain menutup pintu keampunan, perbuatan syirik juga dapat menghapuskan seluruh pahala amal kebaikan yang telah dikerjakan.
Surah Al-An`am ayat 88 mengingatkan bahwa seandainya para nabi berbuat syirik, niscaya gugurlah amalan yang telah mereka kerjakan.
Bahaya syirik juga diancam dengan keharaman memasuki surga serta kekekalan di dalam siksa neraka.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma`idah ayat 72 bahwa barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya.
Rasulullah SAW juga memasukkan syirik sebagai urutan pertama dari dosa-dosa besar yang wajib dijauhi setiap Muslim.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan," dan beliau menyebutkan syirik di urutan pertama.
Bahkan syirik kecil seperti riya atau pamer dalam beribadah juga sangat dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW atas umatnya (HR. Ahmad).
Oleh karena itu, memurnikan tauhid dan senantiasa berdoa memohon perlindungan dari syirik adalah kewajiban mutlak setiap umat Islam.
TAGS : bahaya dosa syirik menyekutukan Allah jenis syirik