
Ilustrasi berdoa antara azan dan iqamah (FOTO: ISTOCKPHOTO)
Terasmuslim.com - Fenomena mengabaikan momen-momen emas berdo`a kini makin marak terjadi di tengah kesibukan masyarakat modern.
Banyak umat Muslim yang justru asyik bermain gawai atau berobrolan kosong ketika waktu mustajab sedang berlangsung.
Salah satu waktu yang sangat mulia tersebut adalah jeda antara azan dan iqamah di dalam masjid.
Rasulullah SAW menegaskan keutamaan waktu ini dalam hadits: "Do`a di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak" (HR. Tirmidzi).
Namun, sangat disayangkan ketika suara azan berkumandang, sebagian orang justru sibuk menatap layar ponsel mereka.
Kelalaian ini membuat seorang hamba kehilangan kesempatan emas untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat kepada Sang Pencipta.
Allah SWT mengingatkan bahaya sifat lalai dari mengingat-Nya dalam Surah Al-Munafiqun ayat 9.
Ayat tersebut melarang harta dan kesibukan duniawi berpaling dari mengingat Allah agar manusia tidak menjadi orang yang rugi.
Selain jeda azan-iqamah, sepertiga malam terakhir dan waktu menjelang berbuka juga kerap terabaikan begitu saja.
Padahal, pada momen-momen istimewa itu pintu-pintu langit dibuka lebar untuk mengabulkan setiap hajat hamba-Nya.
Surah Al-A`raf ayat 55 mengajarkan kita agar berdoa kepada Tuhan dengan rendah hati dan suara yang lembut.
Memanfaat gawai secara berlebihan pada waktu ibadah dapat mengikis rasa khusyuk serta kerendahan hati di hadapan Allah.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak berguna (HR. Tirmidzi).
Mengalihkan perhatian dari ponsel menuju zikir dan do`a merupakan langkah nyata dalam menjaga kualitas keimanan kita.
Mari kita perbaiki kebiasaan ini dengan mengagungkan setiap waktu mustajab demi meraih keridhaan dan keampunan Allah SWT.
TAGS : waktu doa mustajab adab berdoa waktu ibadah