KEISLAMAN

Sudah Rajin Shalat Tapi Masih Pemarah? Ini Penyebabnya

Yahya Sukamdani| Sabtu, 15/08/2026
Penyebab shalat belum mampu mencegah amarah dan solusinya menurut Islam. Ilustrasi foto shalat berjamaah

Terasmuslim.com - Banyak umat Islam yang telah rajin menunaikan ibadah shalat, namun masih kesulitan mengendalikan emosi amarah dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini sering kali menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas ibadah yang dijalankan terhadap pembentukan akhlak seseorang.

Secara tegas, Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur`an Surah Al-`Ankabut ayat 45 bahwa shalat yang benar seharusnya mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Dalam Surah Al-`Ankabut ayat 45 tersebut, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."

Jika amarah yang merupakan bagian dari tabiat buruk masih sering meledak, maka ada hal mendasar yang perlu dievaluasi dari kualitas shalat kita.

Masalah utama sering kali terletak pada pelaksanaan shalat yang hanya sebatas rutinitas gerakan fisik tanpa disertai kehadiran hati secara utuh.

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menahan amarah sebagai cerminan utama dari pribadi muslim yang bertakwa.

Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari, Rasulullah SAW memberikan nasihat singkat namun sangat mendalam: "Janganlah engkau marah, maka bagimu surga."

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa orang yang kuat bukanlah yang menang bertarung, melainkan orang yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.

Sifat pemarah yang tidak terkontrol menandakan bahwa nilai-nilai keagungan dan ketenangan shalat belum meresap sepenuhnya ke dalam jiwa.

Amarah pada hakikatnya merupakan godaan dari syaitan yang memanfaatkan kelengahan hati manusia ketika selesai beribadah.

Untuk meredamnya, syariat Islam mengajarkan kita untuk membaca ta`awudz, mengambil wudhu, atau berganti posisi tubuh saat emosi mulai memuncak.

Oleh karena itu, pembenahan harus dimulai dengan menyempurnakan wudhu, memahami arti bacaan ibadah, serta menghadirkan rasa khusyu di hadapan Allah SWT.

Ketenangan jiwa yang didapatkan sewaktu berdiri di atas sajadah idealnya mampu diproyeksikan ke dalam interaksi sosial sehari-hari.

Ketika shalat dikerjakan dengan penuh kesadaran dan pemaknaan mendalam, hati akan menjadi lebih lembut sehingga emosi amarah secara bertahap dapat teratasi.

TAGS : shalat dan amarah meredam emosi khusyu shalat

Terkini