
Ilustrasi berdoa sebelum berangkat kerja
Terasmusllim.com - Keyakinan bahwa rezeki telah ditetapkan oleh Allah SWT tidak boleh membuat seorang Muslim bersikap pasif dan enggan berusaha.
Pertama, ikhtiar atau usaha merupakan bagian dari syariat dan perintah Allah SWT yang wajib dijalankan oleh setiap hamba.
Kedua, Allah SWT secara tegas memerintahkan manusia untuk bertebaran di bumi mencari karunia-Nya dalam Surah Al-Jumu`ah ayat 10.
Ketiga, firman Allah SWT tersebut berbunyi: "Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah."
Keempat, usaha yang dilakukan manusia tidak akan mengubah ketetapan Allah, tetapi menjadi sarana untuk menjemput rezeki tersebut.
Kelima, Rasulullah SAW menegaskan pentingnya berikhtiar melalui hadits riwayat Tirmidzi tentang seekor burung yang keluar mencari makan.
Keenam, sabda Nabi Muhammad SAW menjelaskan: "Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki."
Ketujuh, burung tersebut tidak diam di sarangnya, melainkan pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.
Kedelapan, ajaran Islam menekankan bahwa tawakal yang sempurna harus didahului oleh usaha yang maksimal dan bersungguh-sungguh.
Kesembilan, Allah SWT juga menegaskan bahwa perubahan nasib seseorang sangat bergantung pada ikhtiar yang dilakukannya sendiri.
Kesepuluh, prinsip perubahan tersebut termaktub dalam Surah Ar-Ra`d ayat 11: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Kesebelas, bekerja dan berikhtiar mencari rezeki yang halal juga bernilai ibadah serta dapat menggugurkan dosa-dosa hamba-Nya.
Keduabelas, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Tabrani bahwa ada dosa-dosa yang hanya bisa dihapus dengan bersusah payah mencari penghidupan.
Ketigabelas, hasil dari setiap ikhtiar hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada ketetapan Allah SWT dengan rasa ridha dan syukur.
Keempatbelas, memahami konsep rezeki secara benar akan menghindarkan seorang Muslim dari sifat malas sekaligus menjauhkan diri dari rasa cemas.
Kelimabelas, teruslah berusaha dengan jujur dan bertawakal, karena proses ikhtiar itulah yang akan menjadi catatan pahala di hadapan Sang Khaliq.
TAGS : syariat Islam konsep rezeki ikhtiar dan tawakal