
Ilustrasi foto menasehati
Terasmuslim.com - Menghadapi perlakuan buruk atau kata-kata yang menyakiti hati merupakan salah satu ujian kedewasaan iman yang sering dialami setiap insan.
Pertama, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengedepankan sikap sabar ketika mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.
Kedua, Allah SWT menegaskan keutamaan orang-orang yang sabar melalui firman-Nya dalam Surah Az-Zumar ayat 10.
Ketiga, firman Allah SWT tersebut berbunyi: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
Keempat, ajaran Islam sangat menganjurkan untuk memaafkan kesalahan sesama ketimbang membalasnya dengan kejahatan yang serupa.
Kelima, anjuran memaafkan ini termaktub jelas dalam Surah Ali `Imran ayat 134 tentang ciri orang bertakwa yang menahan amarah.
Keenam, firman-Nya menegaskan: "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan."
Ketujuh, membalas keburukan dengan kebaikan merupakan tingkatan akhlak tertinggi yang mampu mengubah musuh menjadi sahabat setia.
Kedelapan, Allah SWT memerintahkan sikap mulia ini dalam Surah Fussilat ayat 34: "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik."
Kesembilan, Rasulullah SAW memberikan teladan nyata untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang telah menyakiti diri kita.
Kesepuluh, keteladanan Nabi Muhammad SAW tersebut terekam dalam hadits riwayat Bukhari ketika beliau mendoakan kaum yang menzaliminya agar mendapat petunjuk.
Kesebelas, mendoakan kebaikan bagi orang lain juga akan mendatangkan doa kebaikan dari para malaikat untuk diri kita sendiri.
Keduabelas, hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim bahwa malaikat akan mengaminkan doa kebaikan seorang Muslim untuk saudaranya.
Ketigabelas, menyerahkan segala kezaliman dan rasa sakit hati kepada Allah SWT adalah jalan terbaik untuk meraih ketenangan jiwa.
Keempatbelas, keyakinan bahwa Allah Maha Adil harus menjadi pegangan agar kita terhindar dari sifat dendam yang merusak hati.
Kelimabelas, menyikapi rasa sakit hati dengan sabar, maaf, dan doa akan mengangkat derajat seorang Muslim di hadapan Sang Khaliq.
TAGS : menyakiti hati sakit hati memaafkan kesalahan orang