
Ilustrasi sedang berdoa kepada Allah SWT (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Di tengah perburuan manusia terhadap kemewahan duniawi, Islam mengajarkan hakikat sejati dari sebuah kekayaan yang bernilai abadi.
Harta paling berharga bagi seorang muslim bukanlah tumpukan emas maupun aset melimpah, melainkan iman dan ketakwaan yang bersemayam di dalam dada.
Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Kahf ayat 46 bahwa harta dan anak-anak hanyalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amalan yang kekal ialah yang terbaik di sisi-Nya.
Selain ketakwaan, memiliki hati yang selalu bersyukur (qana`ah) merupakan simpanan kekayaan jiwa yang tidak akan pernah habis ditelan waktu.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim: "Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati."
Di samping itu, pasangan hidup yang soleh atau solehah juga merupakan salah satu harta dunia terbaik yang membawa kedamaian menuju akhirat.
Sebagaimana ditegaskan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang solehah.
Harta duniawi yang kita miliki sejatinya baru bernilai tinggi apabila diinfakkan dan disedekahkan di jalan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang pelipatgandaan pahala bagi setiap hamba yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Sedekah yang dikeluarkan secara ikhlas akan menjadi harta sejati yang menolong dan menaungi pemiliknya di akhirat kelak.
Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam hadits riwayat Tirmidzi bahwa harta seseorang yang sebenarnya adalah apa yang telah ia sedekahkan.
Oleh karena itu, mengumpulkan ilmu agama yang bermanfaat dan mengajarkannya merupakan investasi harta spiritual yang pahalanya terus mengalir tanpa putus.
Jangan sampai kesibukan mengejar materi membuat kita lalai dari menyiapkan perbekalan utama menuju kehidupan yang kekal abadi.
Mari kita ubah cara pandang terhadap rezeki dengan menjadikan setiap titipan materi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Semoga Allah SWT melimpahkan kita kekayaan hati serta kemudahan untuk terus menabung harta yang bermanfaat hingga akhirat kelak.
TAGS : hakikat kekayaan hakiki keutamaan harta kekayaan hati