
Ilustrasi shalat berjamaah di masjid
Terasmuslim.com - Shalat fardhu merupakan rukun Islam kedua yang menjadi tiang agama serta amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.
Allah SWT telah menetapkan bahwa ibadah shalat wajib dilaksanakan tepat pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
Hal ini ditegaskan secara eksplisit dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 103 yang menyatakan bahwa shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.
Menunda pelaksanaan shalat dari waktunya tanpa uzur syar`i merupakan perbuatan dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam.
Allah SWT memberikan ancaman keras dalam Surah Al-Ma`un ayat 4-5 bagi orang-orang yang lalai dan mengabaikan waktu shalatnya.
Kata sahun dalam ayat tersebut ditafsirkan oleh para ulama sebagai sikap meremehkan shalat hingga keluar dari batas waktu yang ditetapkan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya menunda shalat Asar hingga mendekati matahari terbenam sebagaimana disebut shalatnya orang munafik dalam Hadits Riwayat Muslim.
Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang meninggalkan shalat Asar dengan sengaja, maka terhapuslah pahala amalannya.
Para ulama bersepakat bahwa menunda shalat hingga keluar waktunya dengan sengaja hukumnya adalah haram dan termasuk dosa besar.
Meninggalkan atau mengakhirkan shalat tanpa sebab yang dibenarkan seperti tertidur atau lupa dapat merusak integritas keimanan seorang muslim.
Uzur syar`i yang diperbolehkan hanyalah kondisi darurat seperti lupa, tertidur tanpa disengaja, atau berada dalam peperangan.
Apabila seseorang terbangun dari tidur atau teringat, ia wajib segera menunaikan shalat tersebut sebagaimana ditegaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kaffarah atau penembus dosa bagi orang yang tertidur atau lupa adalah segera shalat ketika ia ingat.
Bagi muslim yang pernah menunda shalat dengan sengaja, pintu taubat senantiasa terbuka lebar melalui taubatan nasuha dan komitmen memperbaikinya.
Menjaga kedisiplinan waktu shalat menjadi bukti nyata ketaatan dan rasa syukur hamba kepada Sang Creator.