
Ilustrasi kebun kurma (Foto: Unsplash/Rohollah Saberi)
Terasmuslim.com - Tren family goals di era digital saat ini sering kali terjebak pada pamer kemesraan semu di berbagai platform media sosial.
Banyak pasangan yang sibuk membangun citra bahagia lewat konten digital, namun rapuh dalam menghadapi badai kehidupan yang nyata.
Islam sejatinya telah memiliki potret keluarga ideal yang sesungguhnya melalui kisah inspiratif dari sahabat Nabi, Abu Dahdah.
Keluarga Abu Dahdah menunjukkan bahwa keharmonisan sejati dibangun di atas fondasi iman, saling mendukung dalam ketaatan, dan visi akhirat yang sama.
Ketika turun ayat tentang anjuran memberikan pinjaman yang baik kepada Allah, Abu Dahdah langsung menginfakkan kebun kurma terbaiknya demi meraih surga.
Tindakan heroik penuh keimanan ini merupakan respons langsung terhadap firman Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah:
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya..." (QS. Al-Baqarah: 245).
Mendengar keputusan sang suami, Ummu Dahdah tidak marah atau menggugatnya, melainkan mendukung penuh dengan senyuman dan rasa bangga.
Ummu Dahdah justru segera mengajak anak-anaknya keluar dari kebun tersebut sambil berseru bahwa suaminya telah melakukan perniagaan yang sangat menguntungkan.
Kekompakan pasangan ini dalam mengutamakan keridhaan Allah di atas kemewahan dunia menjadi bukti cinta sejati yang tak lekang oleh waktu.
Rasulullah SAW sendiri sampai terkagum-kagum melihat ketulusan keluarga ini dan memberikan jaminan indah yang disaksikan para sahabat lainnya.
Dalam sebuah hadist sahih, Nabi Muhammad SAW dengan penuh kegembiraan menggambarkan balasan megah yang telah menanti Abu Dahdah di surga kelak:
"Alangkah banyaknya tandan kurma yang besar dan indah milik Abu Dahdah di surga nanti." (HR. Ahmad dan Muslim).
Kisah ini menampar realitas modern di mana visi pernikahan sering kali sebatas pemenuhan materi dan pengakuan semu dari netizen.
Family goals yang hakiki bukan tentang seberapa estetis foto liburan bersama, melainkan seberapa kompak pasangan dalam melangkah menuju jannah.
Oleh karena itu, mari kita geser fokus orientasi keluarga kita dari sekadar mencari pujian manusia menuju pembentukan keluarga yang berkah.
Semoga rumah tangga kita dianugerahi kesetiaan dan kesamaan visi layaknya Abu Dahdah dan istrinya, yang abadi bersama hingga ke pelataran surga.
TAGS : family goals hadist kebun abu dahdah