KEISLAMAN

Kunci Utama Meraih Keseimbangan Hidup Dalam Islam

Yahya Sukamdani| Rabu, 24/06/2026
Panduan Islami menjaga keselarasan antara urusan dunia dan akhirat. Ilustrasi foto beribadah

Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang sempurna karena senantiasa mengajarkan umatnya untuk menjaga prinsip keseimbangan hidup.

Seorang Muslim tidak dibenarkan hanya mengejar kesuksesan duniawi sembari mencampakkan persiapan menuju kehidupan akhirat yang kekal.

Sebaliknya, mengabaikan tanggung jawab sosial dan nafkah di dunia dengan dalih fokus beribadah juga bukan ajaran yang tepat.

Allah Subhanahu wa Ta`ala telah memberikan tuntunan terbaik mengenai konsep keselarasan ini di dalam Al-Qur`an.

Prinsip emas tersebut tertuang secara indah dalam firman-Nya pada Surat Al-Qashash ayat 77.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi." (QS. Al-Qashash: 77).

Ayat mulia ini mendidik kita agar menjadikan dunia sebagai ladang bercocok tanam yang membuahkan pahala di akhirat kelak.

Keseimbangan hidup akan melahirkan ketenangan jiwa yang hakiki karena seluruh aktivitas kita bernilai ibadah.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam juga pernah menegur sahabat yang ingin beribadah secara ekstrem tanpa mempedulikan hak biologisnya.

Beliau meluruskan kekeliruan tersebut melalui sebuah sabda sahih yang sangat menyentuh hati.

"Sesungguhnya bagi Rabb-mu ada hak atasmu, bagi dirimu ada hak atasmu, dan bagi keluargamu ada hak atasmu, maka penuhilah hak masing-masing." (HR. Bukhari).

Hadits ini menjadi bukti autentik bahwa Islam sangat menghargai keadilan dalam membagi waktu dan energi.

Tubuh yang lelah memiliki hak untuk beristirahat, sebagaimana keluarga kita memiliki hak untuk dinafkahi dan ditemani.

Menjalankan roda kehidupan dengan proporsional akan menjauhkan seorang hamba dari stres dan kejenuhan spiritual.

Mari kita tata kembali prioritas harian kita agar tidak ada satu pun kewajiban yang terzalimi oleh ambisi pribadi.

Semoga Allah Ta`ala senantiasa membimbing kita menjadi pribadi yang sukses di dunia serta selamat di akhirat.

TAGS : hidup proporsional konsep tawazul cara membagi waktu

Terkini