
Ilustrasi hijab (Foto: Bincang Muslimah)
Terasmuslim.com - Sejarah Islam mencatat sebuah peristiwa agung tentang ketulusan iman yang tidak mengenal kata menunda saat perintah Allah SWT turun ke bumi.
Ketika ayat tentang kewajiban menutup aurat diturunkan, Madinah menjadi saksi bisu sebuah revolusi peradaban yang dimulai dari ketaatan para wanitanya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 59 yang memerintahkan para mukminah untuk menjulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka agar lebih mudah dikenali dan tidak diganggu.
Respon para sahabiyah saat mendengar perintah ini bukanlah bertanya "mengapa", melainkan langsung melakukan aksi nyata sebagai bentuk sam`an wa tha`atan.
Aisyah RA mengisahkan dengan penuh kekaguman dalam hadis riwayat Bukhari tentang betapa luar biasanya ketaatan wanita Anshar pada masa itu.
Begitu ayat Surah An-Nur ayat 31 dibacakan, mereka tidak menunggu pulang ke rumah atau membeli kain baru untuk menutupi aurat mereka.
Seketika itu juga, mereka merobek kain sarung atau kain apa saja yang ada di sekitar mereka untuk dijadikan kerudung darurat demi memenuhi perintah Ilahi.
Keesokan harinya, mereka berangkat salat subuh dengan kepala yang tampak seolah-olah ada burung gagak hinggap di atasnya karena balutan kain hitam yang rapi.
Kejadian ini menggambarkan bahwa bagi mereka, perintah Allah adalah prioritas mutlak yang melampaui kenyamanan pribadi maupun tren estetika zaman itu.
Tidak ada perdebatan panjang atau pencarian celah hukum, karena iman telah meresap sempurna ke dalam relung hati para wanita pilihan tersebut.
Perintah hijab dalam Islam bukanlah alat pengekangan, melainkan bentuk perlindungan dan penghormatan tinggi terhadap martabat seorang wanita.
Al-Qur’an menyebutkan bahwa jilbab adalah identitas yang membedakan antara wanita merdeka yang terhormat dengan mereka yang tidak terjaga.
Ketaatan kilat ini menjadi standar emas bagi generasi muslimah setelahnya dalam menyikapi setiap syariat yang datang dari Al-Khaliq.
Para sahabiyah telah mengajarkan bahwa kecantikan sejati terletak pada kepatuhan kepada Sang Pencipta, bukan pada apa yang dipamerkan di mata manusia.
Kisah ini tetap relevan hingga hari ini sebagai pengingat bahwa mahkota kemuliaan seorang mukminah terletak pada kesiapannya menjalankan perintah tanpa tapi.
TAGS : Sejarah Hijab Islam Ketaatan Wanita Menutup Aurat