KEISLAMAN

Akhlak Asli Seseorang Terlihat Saat Safar dan Uang Diuji

Yahya Sukamdani| Kamis, 22/01/2026
Safar dan urusan uang sering membuka tabir akhlak yang tersembunyi. Islam telah lama mengingatkan, di situlah kejujuran dan kesabaran seseorang diuji secara nyata. Ilustrasi foto safar

Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa akhlak sejati seseorang tidak selalu tampak dalam kondisi lapang dan nyaman. Ia justru terlihat jelas ketika seseorang berada dalam safar (perjalanan) yang melelahkan dan penuh keterbatasan. Dalam perjalanan, kelelahan, perubahan kebiasaan, dan tekanan waktu sering membuat seseorang mudah marah, egois, atau lalai terhadap adab. Karena itu para ulama salaf menilai safar sebagai cermin akhlak. Hal ini sejalan dengan firman Allah Ta‘ala: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4), yang menunjukkan bahwa kondisi sulit akan menampakkan hakikat diri manusia.

Rasulullah ﷺ juga memberikan isyarat bahwa karakter seseorang dapat diketahui melalui interaksi dan kebersamaan yang intens. Dalam sebuah atsar yang masyhur dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Janganlah kalian tertipu oleh shalat dan puasa seseorang, tetapi ujilah dia ketika bermuamalah, safar, dan saat diberi amanah.” Makna ini selaras dengan hadits Nabi ﷺ: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Akhlak yang baik akan konsisten muncul, baik dalam kondisi mudah maupun sulit.

Selain safar, urusan uang juga menjadi ujian berat bagi akhlak seseorang. Harta memiliki daya tarik besar yang dapat menyeret manusia pada ketamakan dan kezaliman. Allah Ta‘ala berfirman: “Dan sesungguhnya manusia itu sangat cinta kepada harta.” (QS. Al-‘Adiyat: 8). Dalam urusan hutang, bagi hasil, atau titipan, kejujuran dan amanah akan tampak jelas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tunaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu, dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR. Abu Dawud).

Karena itu, Islam mendorong kaum muslimin untuk menilai dan memperbaiki diri sebelum menilai orang lain. Safar dan harta bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi ladang ujian iman dan akhlak. Barang siapa mampu menjaga lisan, sikap, dan amanahnya dalam dua perkara ini, maka itulah tanda kematangan iman. Sebaliknya, jika akhlak runtuh saat diuji, maka itulah peringatan agar segera bertaubat dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Baca juga :
TAGS : akhlak muslim ujian akhlak amanah dan harta

Terkini