
Ilustrasi foto sedih karena dihina
Terasmuslim.com - Dalam dinamika kehidupan bersosial, seorang Muslim tidak jarang harus berhadapan dengan sikap meremehkan atau bahkan hinaan dari orang lain.
Media Islami mengingatkan bahwa menghadapi situasi ini memerlukan kedewasaan iman agar kita tidak terjebak dalam lingkaran setan kemarahan.
Langkah pertama yang paling utama adalah menahan amarah dan memilih untuk bersabar demi mengharap rida Allah Subhanahu wa Ta`ala.
Allah Ta`ala telah berfirman dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 134 tentang mulianya orang yang mampu menahan amarahnya.
"...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali `Imran: 134).
Memaafkan orang yang menghina kita secara tulus merupakan tingkatan akhlak yang jauh lebih tinggi daripada sekadar membalasnya.
Ingatlah pesan Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bahwa esensi kekuatan seseorang bukanlah terletak pada kemampuannya saat bergulat.
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Rasulullah menegaskan kriteria sejati dari orang yang kuat di mata Islam.
"Orang yang kuat itu bukanlah yang jago bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari).
Sikap mulia berikutnya adalah tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa, melainkan membalasnya dengan kebaikan yang menyejukkan.
Tuntunan indah ini abadi di dalam Al-Qur`an Surah Fushshilat ayat 34 yang mengajarkan cara terbaik menolak kejahatan.
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS. Fushshilat: 34).
Daripada sibuk memikirkan kalimat balasan yang menyakitkan, seorang Muslim dianjurkan untuk mendoakan hidayah dan kebaikan bagi pelaku penghinaan.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam sendiri telah memberikan teladan nyata dengan selalu mendoakan kaum yang menyakiti beliau di kota Thaif.
Yakinlah bahwa hinaan manusia sama sekali tidak akan mengurangi sedikit pun kemuliaan dan derajat kita di hadapan Allah Ta`ala.
Fokuslah untuk terus memperbaiki diri dan jadikan setiap cemoohan sebagai ladang pahala sabar yang akan memperberat timbangan amal di akhirat kelak.
TAGS : menghadapi hinaan hadis menahan amarah akhlak mulia