KEISLAMAN

Hidup dan Harta, Amanah yang Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Yahya Sukamdani| Kamis, 16/10/2025
Hidup hanyalah waktu yang dipinjam, dan harta adalah amanah yang dipercayakan. Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Terasmuslim.com - Setiap detik kehidupan dan setiap harta yang kita miliki sejatinya bukan milik kita sepenuhnya. Keduanya hanyalah titipan dari Allah ﷻ, yang pada waktunya akan diminta kembali, lengkap dengan pertanggungjawabannya. Allah ﷻ berfirman, “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megahkan di dunia).” (QS. At-Takatsur: 8). Ayat ini menjadi pengingat bahwa segala nikmat, termasuk waktu dan harta, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Hidup di dunia hanyalah sementara. Allah memberi kita waktu sebagai kesempatan untuk beribadah, berbuat baik, dan menebar manfaat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya untuk apa diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa hidup dan harta adalah ujian. Allah ingin melihat bagaimana manusia mengelola keduanya: apakah digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. Waktu yang digunakan dengan bijak untuk beribadah, menolong sesama, dan menebar manfaat akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah. Begitu pula harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan akan menjadi saksi pahala yang abadi.

Sementara itu, kelalaian dalam memanfaatkan hidup dan keserakahan terhadap harta akan menjadi penyesalan di hari pembalasan. Karena itu, seorang Muslim harus memandang hidup dan harta bukan sebagai milik pribadi, tetapi sebagai amanah yang harus dijaga dan digunakan sesuai kehendak Allah ﷻ.

Baca juga :
TAGS : Hidup ibadah ujian amal

Terkini