KEISLAMAN

Ragam Manusia dalam Menyikapi Takdir

Yahya Sukamdani| Jum'at, 26/09/2025
Beragam cara manusia menyikapi takdir mencerminkan kadar imannya—ada yang ridha dan sabar, ada pula yang berputus asa. Islam mengajarkan untuk menerima takdir dengan sabar, ikhtiar, dan tawakal. Ilustrasi foto menerima rezeki,takdir dan kematian

Terasmuslim.com - Takdir adalah ketetapan Allah ﷻ yang berlaku bagi setiap makhluk-Nya, baik berupa nikmat maupun ujian. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” (QS. At-Taghabun: 11). Ayat ini menunjukkan bahwa manusia memiliki beragam sikap dalam menghadapi takdir: ada yang menerima dengan penuh iman, ada pula yang larut dalam keluh kesah.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Sesungguhnya besarnya balasan itu sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barang siapa ridha maka baginya keridhaan Allah, dan barang siapa murka maka baginya kemurkaan Allah” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan adanya perbedaan respon manusia dalam menerima takdir. Ada yang ridha, sehingga hidupnya tenang dan diberi jalan keluar, namun ada juga yang menolak sehingga semakin sulit menghadapi keadaan.

Pada akhirnya, ragam manusia dalam menyikapi takdir menggambarkan tingkat keimanan masing-masing. Sebagian melihat takdir sebagai peluang mendekatkan diri kepada Allah, sementara sebagian lain menjadikannya alasan untuk berputus asa. Allah mengingatkan, “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az-Zumar: 53). Sikap terbaik adalah menerima takdir dengan sabar, ikhtiar, dan tawakal, sebab di situlah letak kebijaksanaan Allah yang seringkali tersembunyi di balik peristiwa kehidupan.

Baca juga :
TAGS : Nikmat ujian tawakal iman

Terkini