• KEISLAMAN

Waspadai Ciri Doa Yang Mengandung Unsur Kesyirikan

Yahya Sukamdani | Rabu, 30/09/2026
Waspadai Ciri Doa Yang Mengandung Unsur Kesyirikan Ilustrasi foto berdoa kepada kuburan

Terasmuslim.com - Doa merupakan inti dari ibadah yang wajib ditujukan semata-mata kepada Allah Ta`ala.

Penyimpangan dalam berdoa dapat terjadi ketika seseorang meminta bantuan kepada selain Sang Pencipta.

Praktik meminta kepada kuburan keramat, jimat, atau roh halus merupakan bentuk doa yang mengandung unsur kesyirikan.

Setan kerap membungkus perbuatan syirik tersebut dengan dalih tawasul yang tidak sesuai dengan petunjuk syariat.

Allah Ta`ala menegaskan bahwa menyeru kepada selain-Nya adalah tindakan kesesatan yang sangat nyata.

Hal tersebut termaktub secara jelas dalam firman Allah Ta`ala pada Surah Al-Ahqaf ayat 5.

Allah Ta`ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (doanya) sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (QS. Al-Ahqaf: 5).

Setiap doa yang mencampuradukkan pengharapan kepada makhluk dapat membatalkan kemurnian tauhid seorang hamba.

Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan keras agar umatnya senantiasa menjaga kebersihan niat dalam berdoa.

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969).

Mengalihkan ibadah doa kepada selain Allah berarti telah melakukan syirik besar yang mengancam keselamatan akidah.

Rasulullah SAW juga berpesan kepada Ibnu Abbas RA agar senantiasa meminta pertolongan hanya kepada Allah Ta`ala.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Beliau bersabda: “Jika engkau memohon, memohonlah kepada Allah; dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi no. 2516).

Memahami batasan doa yang dibolehkan menjadi fondasi penting agar ibadah hamba diterima di sisi-Nya.

Setiap Muslim hendaknya senantiasa memanjatkan doa dengan tauhid yang murni agar terhindar dari murka Allah.