Ilustrasi foto tauhid
Terasmuslim.com - Memahami kaidah-kaidah dasar tauhid merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap Muslim guna menjaga kemurnian akidah dari penyimpangan.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merumuskan kitab Al-Qawa`id Al-Arba` untuk memudahkan umat mempelajari landasan penting penetapan tauhid.
Kaidah pertama menegaskan bahwa orang-orang kafir Quraisy dahulu mengakui Tauhid Rububiyah, namun pengakuan itu belum memasukkan mereka ke dalam Islam.
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 31 tentang pengakuan mereka atas penciptaan dan pengaturan alam semesta.
Allah SWT berfirman: "Katakanlah: `Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi...` Maka mereka akan menjawab: `Allah`" (QS. Yunus: 31).
Kaidah kedua menjelaskan bahwa kesesatan kaum musyrikin terjadi karena mereka menjadikan sembahan selain Allah sebagai perantara dan pemohon syafaat.
Penyimpangan tersebut ditegaskan dalam Surah Az-Zumar ayat 3 bahwa mereka menyembah berhala hanya demi mendekatkan diri kepada Allah.
Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): `Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekah-dekatnya`" (QS. Az-Zumar: 3).
Kaidah ketiga menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus kepada masyarakat yang menyembah berbagai macam objek worship tanpa membeda-bedakan mereka.
Al-Qur`an memerintahkan untuk memerangi segala bentuk kemusyrikan hingga agama ini sepenuhnya milik Allah semata tanpa sekutu.
Prinsip tersebut tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 193: "Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata bagi Allah".
Kaidah keempat mengungkapkan fakta bahwa kesyrikan pada zaman modern sering kali jauh lebih berat dibandingkan kemusyrikan masyarakat terdahulu.
Kaum terdahulu menyekutukan Allah saat kondisi lapang, namun berikhlas diri memohon hanya kepada-Nya ketika tertimpa bahaya di lautan.
Allah SWT mengabadikan fenomena tersebut dalam Surah Al-Ankabut ayat 65 mengenai ketulusan berdoa orang musyrik saat diterpa badai.
Rasulullah SAW pun senantiasa memperingatkan bahaya syirik melalui sabdanya: "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar? Yaitu menyekutukan Allah..." (HR. Bukhari dan Muslim).