Ilustrasi foto kagum akan suatu hal
Terasmuslim.com - Perasaan kagum dan takjub merupakan fitrah manusiawi ketika menyaksikan keindahan, keajaiban, atau kenikmatan yang luar biasa.
Dalam ajaran Islam, setiap dorongan emosi dan kepengaguman hendaknya diarahkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ketika melihat sesuatu yang menakjubkan pada diri sendiri, harta, atau orang lain, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan keberkahan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mengucapkan kalimat Masya Allah Laa Quwwata Illa Billah atau Barakallahu Feek agar terhindar dari bahaya penyakit ain.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahf ayat 39: "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan kamu ketika kamu memasuki kebunmu `Masya Allah, laa quwwata illa billah` (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan Allah)."
Mengucapkan pujian kepada Allah saat kagum merupakan bentuk pengakuan bahwa segala keindahan dan kelebihan berasal dari-Nya semata.
Sementara itu, ketika merasa heran atau terkejut melihat sesuatu yang aneh maupun luar biasa, Rasulullah SAW kerap bertasbih atau bertakbir.
Dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari, Rasulullah SAW mengucapkan "Subhanallah" ketika merasa heran terhadap suatu peristiwa yang terjadi di antaranya dan para sahabat.
Ucapkan Subhanallah (Maha Suci Allah) menjadi pengingat bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan di tengah keheranan manusia.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits riwayat Ibnu Majah mengenai pentingnya mendoakan keberkahan: "Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya."
Mendoakan keberkahan dapat mencegah timbulnya rasa iri, dengki, serta pandangan mata yang membawa dampak buruk (ain).
Islam mendidik jiwa pemeluknya agar senantiasa menjadikan setiap momen keheranan sebagai sarana bertafakur atas keagungan ciptaan Allah SWT.
Dengan membasahi lidah melalui zikir saat kagum, seorang mukmin akan terhindar dari sifat sombong dan ujub atas apa yang dilihatnya.
Sikap terpuji ini juga menjadi cermin kebersihan hati serta wujud keimanan yang mendalam terhadap takdir dan kekuasaan Allah SWT.
Semoga kita senantiasa dibimbing untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap rasa kagum dan keheranan yang kita rasakan.