• KEISLAMAN

Panduan Amalan Sunnah dan Keleluasaan dalam Shalat

Yahya Sukamdani | Kamis, 24/09/2026
Panduan Amalan Sunnah dan Keleluasaan dalam Shalat Ilustrasi shalat berjamaah di masjid

Terasmuslim.com - Menjaga kesempurnaan shalat merupakan kewajiban setiap muslim agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.

Selain rukun dan syarat sah, terdapat berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk memperindah shalat kita.

Di samping amalan sunnah, Islam juga memberikan toleransi berupa hal-hal yang diperbolehkan saat gerakan shalat berlangsung.

Di antara amalan sunnah yang dianjurkan adalah mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram dan ketika hendak ruku`.

Rasulullah SAW biasa mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu ketika memulai shalatnya (HR. Bukhari dan Muslim).

Membaca doa istiftah atau iftitah sebelum membaca Surah Al-Fatihah juga menjadi salah satu sunnah penambah pahala.

Membaca ayat Al-Qur`an setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama sangat dianjurkan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW.

Allah SWT berfirman dalam Surah Muzzammil ayat 20, "Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur`an".

Adapun hal yang diperbolehkan dalam shalat di antaranya adalah membunuh hewan berbahaya yang mengganggu kekhusyukan.

Nabi SAW bersabda, "Bunuhlah dua hewan hitam dalam shalat, yaitu ular dan kalajengking" (HR. Abu Dawud).

Menggendong anak kecil saat shalat juga diperbolehkan apabila berada dalam kondisi darurat atau mendesak.

Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat sambil menggendong cucunya, Umamah binti Zainab, saat berdiri (HR. Bukhari).

Melakukan gerakan kecil yang diperlukan untuk merapikan shaf atau merespons bahaya tidak membatalkan shalat seseorang.

Mengisyaratkan tangan untuk menjawab salam dari orang lain saat shalat juga termasuk hal yang pernah dicontohkan.

Memahami batas antara sunnah dan kebolehan ini membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan tenang dan benar.