Ilustrasi foto ijabah doa yang di zalimi
Terasmuslim.com - Berdoa merupakan senjata utama bagi seorang mukmin untuk memohon pertolongan serta keberkahan dari Allah SWT.
Di antara sekian banyak hamba-Nya, terdapat golongan orang tertentu yang permohonannya memiliki keutamaan khusus untuk langsung dikabulkan.
Allah SWT menegaskan janji-Nya untuk senantiasa mengabulkan permintaan hamba yang berdoa kepada-Nya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ghafir ayat 60: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."
Golongan pertama yang doanya sangat makbul adalah orang yang sedang teraniaya atau dizalimi oleh sesamanya.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi: "Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang dizalimi, doa orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa pemimpin yang adil."
Doa orang yang terzalimi diangkat melampaui awan karena tidak ada dinding penghalang antara dirinya dengan Allah SWT.
Selain itu, orang yang sedang berpuasa juga memiliki kedudukan mulia di mana permintaannya tidak akan tertolak saat menantikan waktu berbuka.
Pemimpin yang menegakkan keadilan di tengah masyarakat turut menjadi salah satu sosok yang doanya senantiasa diijabah.
Golongan berikutnya yang doanya sangat mustajab adalah orang tua yang memohon kebaikan untuk anak-anaknya.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang tua kepada anaknya termasuk dalam permohonan yang tanpa keraguan dikabulkan.
Seorang musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh demi kebaikan juga memiliki keutamaan doanya didengar oleh Sang Pencipta.
Kesulitan dan keikhlasan dalam perjalanan seorang musafir membuat jiwanya lebih dekat dan pasrah kepada pertolongan Allah SWT.
Mengetahui kedudukan mulia ini hendaknya memotivasi setiap muslim untuk senantiasa memohon doa dari orang-orang saleh tersebut.
Memanfaatkannya dengan terus berbuat baik serta menjaga keikhlasan hati akan membukakan pintu-pintu keberkahan hidup di dunia dan akhirat.