• KEISLAMAN

Ketika Nikmat Melimpah Justru Menjadi Perangkap Setan

Yahya Sukamdani | Kamis, 30/07/2026
Ketika Nikmat Melimpah Justru Menjadi Perangkap Setan Ilustrasi dunia menurut Al quran

Terasmuslim.com - Tidak sedikit manusia yang mengira bahwa limpahan rezeki dan kemudahan dunia selalu menandakan keridaan Allah Ta`ala.

Padahal, kenikmatan melimpah yang datang di tengah kemaksiatan yang terus berjalan bisa jadi merupakan bentuk istidraj.

Istidraj adalah hukuman halus berupa pembiaran dari Allah, di mana seorang hamba terus diberi nikmat agar ia semakin tersesat.

Fenomena berbahaya ini ditegaskan langsung oleh Allah Ta`ala dalam Al-Qur`an Surah Al-A`raf ayat 182.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dari arah yang tidak mereka ketahui."

Setan memanfaatkan kondisi ini dengan membisikkan rasa aman palsu seolah-olah dosa yang dilakukan tidak memiliki konsekuensi.

Akibat perdayaan tersebut, hati manusia perlahan menjadi keras dan semakin jauh dari pintu pertobatan.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam juga telah memberikan peringatan tegas mengenai tipu daya kemewahan ini.

Dalam hadis riwayat Ahmad, beliau bersabda, "Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya padahal ia terus bermaksiat, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj."

Peringatan Rasulullah ini hendaknya menjadi cermin bagi setiap muslim untuk selalu berintrospeksi atas setiap rezeki yang diterima.

Nikmat yang sejati akan mendekatkan seseorang kepada Sang Pencipta melalui rasa syukur dan ketaatan yang kian meningkat.

Sebaliknya, nikmat yang berubah menjadi perangkap setan hanya akan melahirkan kesombongan serta kelalaian dalam beribadah.

Oleh karena itu, kita tidak boleh tergiur dengan gemerlap kemewahan hidup orang-orang yang gemar melanggar aturan agama.

Mari senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari tipu daya istidraj yang menyesatkan jiwa.

Semoga Allah Ta`ala menjadikan setiap rezeki yang kita terima sebagai sarana penambah ketakwaan, bukan pintu menuju kebinasaan.