• KEISLAMAN

Keutamaan Bertani dalam Islam, Sedekah Jariyah dari Hasil Bumi

M. Habib Saifullah | Senin, 02/02/2026
Keutamaan Bertani dalam Islam, Sedekah Jariyah dari Hasil Bumi Ilustrasi petani (Foto: Unsplash/Eduardo Prim)

Terasmuslim.com - Profesi petani menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan.

Dalam ajaran Islam, kegiatan bertani tidak dipahami semata sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai perbuatan baik yang bernilai ibadah serta memberikan manfaat luas bagi manusia dan seluruh makhluk hidup.

Islam memuliakan setiap pekerjaan yang membawa kemaslahatan bagi banyak orang. Oleh sebab itu, proses menanam, merawat, hingga memanen hasil bumi dipandang sebagai bagian dari ikhtiar memakmurkan kehidupan dan menjaga keberlanjutan ciptaan Allah SWT.

Keutamaan menjadi petani secara tegas dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

فلا يَغْرِسُ المُسْلِمُ غَرْسًا، فَيَأْكُلَ منه إنْسَانٌ، وَلَا دَابَّةٌ، وَلَا طَيْرٌ، إلَّا كانَ له صَدَقَةً إلى يَومِ القِيَامَةِ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian manusia, hewan melata, maupun burung memakan hasilnya, melainkan baginya bernilai sedekah hingga hari kiamat.” (HR Muslim)

Setiap manfaat yang diambil dari tanaman, baik oleh manusia maupun makhluk lain menjadi sedekah yang pahalanya terus mengalir selama tanaman itu memberi manfaat.

Keistimewaan lain dari profesi petani adalah nilai keberlanjutan amalnya. Selama tanaman tumbuh dan dimanfaatkan, pahala akan terus dicatat, bahkan tanpa disadari oleh orang yang menanamnya. Inilah bentuk sedekah jariyah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, bertani juga mengajarkan kesabaran dan tawakal. Petani bekerja keras mengolah lahan dan menanam benih, namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kehendak Allah SWT.

Proses ini mendidik sikap rendah hati dan kesadaran bahwa manusia hanya bisa berusaha, sementara Allah yang menentukan hasilnya.

Islam juga mendorong umatnya untuk mencari rezeki dari usaha yang halal dan baik. Hasil pertanian yang diperoleh dari kerja tangan sendiri termasuk rezeki yang bersih dan tidak merugikan orang lain, sejalan dengan nilai keadilan dan keberkahan dalam muamalah Islam.

Dengan demikian, menjadi petani dalam pandangan Islam bukan sekadar profesi, melainkan jalan ibadah yang sarat nilai kebaikan.