Ilustrasi Perayaan Tahun Baru (Foto: Pexels/Maczkó Gábor)
Terasmuslim.com - Fenomena akhir tahun sering kali diisi dengan berbagai bentuk perayaan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan bahkan berpotensi merusak akidah seorang Muslim. Allah memperingatkan agar orang beriman tidak mengikuti langkah-langkah syaitan, sebagaimana firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan…” (QS. An-Nur: 21). Ketika seorang Muslim larut dalam pesta, hura-hura, atau ritual yang menyerupai ibadah agama lain, hal itu dapat mengikis kemurnian tauhid. Para ulama menjelaskan bahwa menjaga akidah adalah kewajiban sepanjang waktu, bukan hanya pada momen tertentu.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa umat Islam memiliki hari raya sendiri yang telah disyariatkan, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Beliau bersabda ketika mendapati suatu kaum merayakan hari tertentu: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik dari itu: Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Abu Dawud). Ini menjadi dalil kuat bahwa seorang Muslim tidak boleh ikut serta dalam perayaan yang bukan bagian dari syariat, terlebih jika perayaan itu bercampur maksiat, musik berlebihan, atau ritual keagamaan non-Islam.
Di akhir tahun pula, banyak orang beralasan “menghibur diri” dengan menghabiskan malam dengan kemaksiatan: minuman keras, campur-baur laki-laki dan perempuan, serta pesta hingga terbit fajar. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap umatku akan diampuni kecuali yang terang-terangan dalam maksiat.” (HR. Bukhari). Momen yang seharusnya menjadi waktu muhasabah justru berubah menjadi malam penuh kelalaian, sehingga merusak akidah dan menjauhkan dari ketakwaan.
Seorang Muslim seharusnya menjadikan akhir tahun sebagai saat untuk memperbaiki diri, bukan merayakan tradisi yang tidak ada tuntunannya. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Muhasabah, istighfar, memperbaiki iman, serta memperbanyak amal saleh adalah langkah yang benar—bukan larut dalam budaya yang melalaikan. Menjaga akidah adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga kapan pun, termasuk pada momen akhir tahun.