• KEISLAMAN

Mengimani Allah dan Rasul-Nya, Ini Maknanya

Yahya Sukamdani | Senin, 01/12/2025
Mengimani Allah dan Rasul-Nya, Ini Maknanya Ilustrasi tulisan Allah

Terasmuslim.com - Mengimani Allah dan Rasul-Nya merupakan inti dari akidah Islam. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa keselamatan sejati hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman secara benar. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 285 dijelaskan bahwa “Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman.” Ayat ini menegaskan bahwa fondasi iman adalah keyakinan penuh kepada Allah dan seluruh ajaran yang diturunkan-Nya.

Keimanan kepada Allah berarti meyakini sepenuh hati bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Ini mencakup keyakinan terhadap sifat-sifat-Nya yang sempurna, kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk, serta kepasrahan total terhadap takdir dan ketetapan-Nya. Hadis Nabi SAW juga menegaskan bahwa iman tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui ketundukan dan amal saleh.

Sementara itu, mengimani Rasulullah SAW berarti membenarkan seluruh risalah yang beliau bawa, menaati perintahnya, dan menjauhi larangan-larangannya. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 80: “Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah.” Ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasul adalah bentuk nyata dari ketaatan kepada Allah, karena beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu.

Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya akan membentuk karakter Muslim yang kuat, lurus, dan konsisten dalam kebaikan. Dengan iman yang benar, seorang hamba akan lebih mudah menjalani perintah, menjauhi dosa, serta menegakkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Inilah pondasi yang menyelamatkan di dunia dan akhirat, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri.” (HR. Bukhari). Iman yang benar adalah perjalanan seumur hidup.